• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berintegrasi dan Berwawasan Lingkungan Kepariwisataan - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-235073

Proses Izin Belajar Mahasiswa Asing Semakin Mudah dan Cepat

  • 13 Mei 2017
  • 179 Pengunjung
Proses Izin Belajar Mahasiswa Asing Semakin Mudah dan Cepat

12 May 2017 Firly Direktur Pembinaan, dirjen imigrasi, Dirjen Kelembagaan, MOU, student visa

Proses izin belajar orang asing ke perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia semakin dipermudah melalui integrasi dan pengembangan aplikasi penerbitan izin belajar dan student visa berbasis online

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama layanan izin belajar dan student visa dengan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie di Ruang VIP Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Jum’at, 12 Mei 2017.

Patdono sangat mengapresiasi adanya kerja sama pengembangan aplikasi online dengan Dirjen Imigrasi ini. Aplikasi online ini sangat membantu, karena jumlah permohonan izin belajar bagi mahasiswa asing meningkat, yaitu sekitar 150-500 mahasiswa setiap minggunya.

 “Surat izin belajar merupakan salah satu syarat utama bagi mahasiswa asing untuk memperoleh dokumen keimigrasian berupa Visa Pelajar dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS),” tambahnya.

Kerja sama ini akan memudahkan proses administrasi mahasiswa asing yang belajar di Indonesia. Integrasi sistem ini ditargetkan rampung pada Agustus 2017. “Dengan aplikasi penerbitan izin belajar berbasis daring, layanan penerbitan izin belajar mahasiswa asing akan lebih cepat dan transparansi,” ujarnya lagi.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie mengatakan pengelolaan izin belajar dan student visa ini merupakan terobosan dalam bentuk pengintegrasian sistem perizinan online yang kemudian bisa memudahkan koordinasi apabila terjadi kendala-kendala tersendatnya informasi dan bagaimana mencari solusinya.

 “Kerja sama ini merupakan terobosan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan lambatnya pemberian izin belajar dan student visa bagi mahasiswa asing yang dikeluhkan selama ini,” ujar Ronny.

Oleh karena itu, menurut mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini, ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendiseminasikan informasi kepada seluruh masyarakat. “Kami berharap informasi ini segera tersampaikan kepada masyarakat khususnya para mahasiswa dan perguruan tinggi seluruh Indonesia.”

Sementara itu Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo dalam laporannya mengatakan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MOU antara Menristekdikti dengan Menkumham pada Februari Tahun 2016.

“Salah satu kesepakatan dalam nota kesepahaman tersebut adalah antara kedua belah pihak akan mengembangkan integrasi kesisteman antara layanan izin belajar mahasiswa asing yang dikelola oleh Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi dengan layanan penerbitan student visa yang dikelola oleh Dirjen Imigrasi pada Bulan April 2017. Alur kerja, prosedural, dan target penyelesaian sistim integrasi ini akan dilakukan pada Agustus 2017,” jelasnya.

Berdasarkan catatan yang ada, mahasiswa asing di Indonesia paling banyak berasal dari Timor Leste 2.107 orang, disusul Malaysia 1.217 orang, Thailand 659 orang, Cina 456 orang, Korea Selatan 309 orang, Jepang 217 orang, Korea 215 orang, Jerman 156 orang, Belanda 139 orang, dan Perancis 136 orang.

Adapun, perguruan tinggi penerima mahasiswa asing paling banyak adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) 494 orang, Universitas Indonesia (UI) 349 orang, Universitas Sumatera Utara 335 orang, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri 295 orang, dan Universitas Hasanuddin 256 orang.

  • 13 Mei 2017
  • 179 Pengunjung

Lainnya

Pencarian