• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berintegrasi dan Berwawasan Lingkungan Kepariwisataan - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-235073

KSR-PMI Guna Bhakti Universitas Warmadewa menyelenggarakan Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA)

  • 08 November 2017
  • 48 Pengunjung
KSR-PMI Guna Bhakti Universitas Warmadewa menyelenggarakan Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA)

KSR-PMI Guna Bhakti Universitas Warmadewa menyelenggarakan Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Menuju Kampus Siaga Bencana. Universitas Warmadewa (Unwar) menjadi perguruan tinggi pertama di Bali yang membentuk program kampus siaga bencana. Pembentukan program kerja difasilitasi oleh Unitas KSR-PMI Guna Bhakti Unwar bersama PMI Kota Denpasar dan PMI Provinsi Bali di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama Unwar pada Selasa, 7 Nopember 2017.

Acara dibuka Wakil Rektor III Unwar, dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran, Kepala UPM Fak. Pertanian, Kepala BAAK, perwakilan Pengurus PMI Propinsi Bali, Wakil Sekretaris PMI Kota Denpasar, Pembina KSR-PMI Guna Bhakti Unwar, ALB KSR-PMI Unwar, Ketua Umum KSR-PMI unit perguruan tinggi sekota Denpasar dan Badung, serta delegasi di lingkungan Unwar. Delegasi terdiri dari Bem Universitas, Bem Fakultas dan Unitas di lingkungan Unwar, unit kerja dan utusan dari masing-masing fakultas di lingkungan Unwar.

Ketua KSR Guna Bhakti Unwar I Gede Dabdad Suryadi menyampaikan, pihaknya telah merancang berbagai konsep kampus siaga bencana, dengan melibatkan beberapa tim inti, di antaranya tim pengarah, pelaksana dan mitra. Ketiga komponen itu, kata dia, tidak akan bisa berjalan baik tanpa dukungan seluruh civitas akademika Unwar. "Kegiatan kampus siaga bencana ini merupakan program kerja lembaga, kita hanya membuatkan konsep, terwujud atau tidaknya tergantung dari seluruh civitas akademika," sebutnya.

Perwakilan PMI Kota Denpasar, Agus Mahendra, mengaku sangat bangga karena Unwar mencatatkan rekor kampus siaga pertama di Bali. Ini mengindikasikan Unwar mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap keselamatan warga kampusnya. Dalam artian, Unwar telah mengubah paradigma terhadap penaganan bencana. Menurutnya, jika paradigma lama, becana ditanggapi setelah terjadi. Pasca tanami di Aceh, paradigma berubah, yakni bencana ditanggapi sebelum terjadi, sehingga resiko bisa diminimalisir. "PMI dengan Kemenristekdikti telah menjalin MoU untuk mendirikan kampus siaga bencana di perguruan tinggi. Kami bersyukur, di Unwar telah ada programnya. Meski sempat molor beberapa tahun karena masih persiapan," ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, WR III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata,MT.,mengaku mendukung segala kegiatan mahasiswa, terlebih yang berhubungan dengan keselamatan nyawa manusia seperti kampus siaga bencana ini. WR III menyampaikan, fasilitas di Unwar sudah dirancang aman dari bencana. "Misalkan ada bencana, trus tangga bangunan sempit, ini kan bahaya kalau terjadi kepanikan. Tapi di Unwar, syukur kami sudah bagus semuanya," tutupnya.

  • 08 November 2017
  • 48 Pengunjung

Lainnya

Pencarian