• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berintegritas dan Berwawasan Lingkungan Kepariwisataan - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-235073

SIKAPI BONUS DEMOGRAFI, PMKRI - BEM UNWAR GELAR TALK SHOW

  • 28 Mei 2018
  • 178 Pengunjung
SIKAPI BONUS DEMOGRAFI, PMKRI - BEM UNWAR GELAR TALK SHOW

PMKRI Cabang Denpasar dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa selenggarakan acara Talk Show dengan mengusung tema "Menyikapi Bonus Demografi Indonesia" bertempat di Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Mandapa Sabtu, 26 Mei 2018. Acara di buka oleh Wakil Rektor III Universitas Warmadewa, dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali yang sekaligus sebagai narasumber,  para Wakil Dekan III dilingkungan Unwar,  Ka. BAAK,  Kabag, Kemahasiswaan serta perserta dari Mahasiswa Universitas Warmadewa dan dari Aliansi Bem Sebali.   

Pembicara dalam talkshow ini Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. AA Geda Oka Wisnumurti, M.Si. dan Ketua PMKRI Cabang Denpasar Efraim Mbomba Reda. Perwakilan PMKRI Cabang Denpasar mengatakan ia bertrimakasih kepada Universitas Warmadewa khususnya BEM Unwar atas kerjasama dan memfasilitasi kegiatan talkshow kali ini, ia mengajak para mahasiswa untuk bersama sama mendiskusikan tema talkshow kali ini. "saya rasa dengan talkshow kali ini kita bisa bersama-sama berdiskusi mebahas tentang bonus demografi indonesia ini" ungkapnya. Ia juga berharap selepas acara ini peserta tetap mendiskusikan hal hal positif yang di dapat dalam acara ini.

Wakil Rektor 3 Universitas Warmadewa, Dr. Ir. I Wayan Parwata, MT. mengatakan, kegiatan hari ini adalah bentuk kegiatan yang meningkatkan penalaran mahasiswa khususnya BEM. Kegiatan ini memang dirancang setiap tahun. Namun diharapkan kegiatan ini berlangsung 6 bulan sekali.

Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan minat dan bakat, tapi juga mengeksplor dirinya untuk kegiatan-kegiatan di bidang penalaran. Unwar pun saat ini sedang mempersiapkan Simkatmawa (Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan). Program ini dinilai langsung oleh Kemenristek Dikti. Program Simkatmawa dikembangkan ke dalam 3 bidang, salah satunya adalah penalaran dan keilmiahan mahasiswa, serta minat dan bakat. "Bagaimana mereka meningkatkan hibah yang disiapkan oleh Ristek Dikti. Ketiga hal itu merupakan fokus kita bagaimana mahasiswa mampu meningkatkan keilmiahan mereka di tingkat nasional dan internasional," ujarnya.

Saat ini diakui kegiatan terkait program Simkatmawa telah dijalankan. "Kemarin kita sudah ikut kegiatan di Indoensia dan di luar negeri. Jadi itulah upaya kita untuk meningkatkan kualitas mahasiswa di Unwar," pungkasnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. AA Geda Oka Wisnumurti, M.Si. mendukung mahasiswa dan BEM Universitas menyikapi bonus demografi, karena menyangkut mahasiswa sendiri. Topik ini sangat relevan dibahas mahasiswa karena prpblem ini yang dihadapi anak muda.

Menurutnya bonus demografi positif bagi Indonesia. Karena tenaga kerja produktif lebih banyak dari yang tidak produktif. Bonus demografi ini jika tidak dikelola dengan baik, akan berbahaya. Namun bonus demografi jika dibarengi peningkatan kualitas SDM sehingga mampu bersaing, maka akan menjadi modal besar bagi produktivitas negara dan meningkatkan pendapatan negara. Jika tidak dibarengi skill dan kompetensi, bonus demografi akan menjadi beban negara. Karena bonus demografi ini merupakan orang yang enerjik, produktif dan muda. Oleh karena itu, bonus demografi ini harus dipahami oleh mahasiswa. Terlebih bonus demografi dibarengi peningkatan kapasitas, kualitas fdan kesempatan kerja.

Apalagi menghadapi revolusi industri 4.0 pekerjaan tradisional akan berkurang. Karena revolusi industri 4.0 arahnya digital. "Jadi sekarang orang jualan, tanpa toko sehingga mengurangi tenaga kerja. Pekerjaan-pekerjaan juga bisa dikerjakan di rumah dengan laptop sehingga tidak perlu kantor. Ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi anak muda. Maka tidak ada pilihan harus menjadi enterpreneur," pungkasnya.

Humas Bappsik
Melaporkanb

  • 28 Mei 2018
  • 178 Pengunjung

Lainnya

Pencarian