Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Akademisi Universitas Warmadewa Dampingi Kelompok Tani Ternak Juragan Kampung Tingkatkan Kualitas Pupuk Organik Berbasis Limbah Kambing

Senin, 01 Juni 2026

Card image

Universitas Warmadewa Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Berbahan Limbah Peternakan Kambing pada Kelompok Tani Ternak Juragan Kampung di Desa Batuagung, Kabupaten Jembrana.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026, di lokasi Kelompok Tani Ternak Juragan Kampung, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana.

Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Ir. Ida Bagus Komang Mahardika, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si., serta dua mahasiswa Program Studi Magister Sains Pertanian Universitas Warmadewa. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah peternakan kambing menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Dr. Ida Bagus Komang Mahardika menjelaskan bahwa limbah peternakan kambing merupakan sumber bahan organik yang sangat potensial untuk mendukung pertanian berkelanjutan apabila dikelola dengan teknologi yang tepat.

"Selama ini limbah peternakan sering dianggap sebagai masalah lingkungan. Padahal, jika diolah secara benar melalui proses pengomposan yang baik dan diperkaya dengan mikroorganisme serta bahan pendukung lainnya, limbah tersebut dapat menjadi pupuk organik berkualitas yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia," jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis pembuatan pupuk organik, tetapi juga memperkenalkan metode peningkatan kualitas pupuk melalui pengaturan bahan baku, rasio karbon dan nitrogen, penggunaan dekomposer, serta teknik pematangan kompos yang tepat.

"Kami berharap kelompok tani ternak dapat memproduksi pupuk organik yang memenuhi standar mutu sehingga dapat digunakan secara mandiri maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Dengan demikian, limbah peternakan tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber pendapatan tambahan bagi peternak," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Yohanes Parlindungan Situmeang memberikan pemaparan mengenai pentingnya pupuk organik dalam menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian jangka panjang. Ia menekankan bahwa penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga mendukung sistem pertanian yang lebih resilien terhadap perubahan iklim.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan pupuk organik, serta pendampingan langsung kepada anggota kelompok tani ternak. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pengolahan limbah serta peluang pengembangan usaha pupuk organik.

Ketua Kelompok Tani Ternak Juragan Kampung menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Universitas Warmadewa.

"Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian dari Universitas Warmadewa. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan kami. Selama ini limbah ternak sebagian besar hanya ditumpuk begitu saja. Melalui pelatihan ini kami mendapatkan pengetahuan baru untuk mengolahnya menjadi pupuk organik yang lebih berkualitas dan bernilai ekonomi," ungkapnya.

Salah seorang anggota kelompok juga mengaku termotivasi untuk menerapkan teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

"Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa limbah ternak sebenarnya memiliki potensi besar. Kami berharap kegiatan pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kelompok kami mampu memproduksi pupuk organik secara konsisten dan menjadi usaha tambahan yang menjanjikan," ujarnya.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Warmadewa berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi pertanian berbasis sumber daya lokal. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pertanian ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Jembrana.