Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Asosiasi Badan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke IV

Senin, 17 Juli 2017

Card image

Asosiasi Badan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta  Indonesia (BP PTSI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke IV Asosiasi BP PTSI dengan tema "Revitalisasi dan Redinamisasi Organisasi ABP PTSI" di Hotel Puri Saron, Seminyak, Bali selama 3 hari mulai dari hari Minggu sampai selasa, 16 - 18 Juli 2017. Acara dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, dihadiri juga Menteri Agama RI, Menristek Dikti, Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Dirjen SDM Iptek Dikti, Gubernur Bali, Ketua DPRD Prov. Bali, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Bupati Badung, Ketua Asosiasi BP PTSI pusat, Ketua Wilayah Asosiasi BP PTSI Bali, Kopertis Wilayah VIII, Ketua  Umum APTSI Indonesia, Ketua Forum Rektor Indonesia, Ketua APTSI Bali, Rektor Unwar, Rektor Dhyana Pura, WR I, WR II, WR III Unwar, dan seluruh peserta Munas IV Asosiasi BP PTSI yang berjumlah 400 orang.

Dalam Laporannya Ketua Organizing Committee Bali Dr. Drs A. A. Gde Oka Wisnumurti, MSi., menjelaskan bahwa Munas IV Asosiasi BP PTSI dilaksanakan selama 2 hari dengan yang dihadiri oleh 400 peserta dari pengurus Asosiasi BP PTSI Pusat dan perwakilan daerah. Munas IV  kali, baru pertama kali diadakan di luar Jakarta. Selain itu pada Munas IV ini pertama kali dinyanyikan Hymne dan Mars Asosiasi BP PTSI yang merupakan ciptaan H.T Subchan Sulchan Ketua Asosiasi BP PTSI Wilayah Jawa Tengah. Ketua OC Munas IV memohon maaf apabila dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan semoga Munas dapat berjalan lancar serta bermanfaat bagi organisasi, masyarakat, Bangsa dan Negara.

Dalam sambutannya Ketua Umum Asosiasi BP PTSI Pusat Prof. Dr. Thomas Suyatno mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Wakil Presiden RI yang telah berkenan hadir dan membuka Munas IV Asosiasi BP PTSI, serta seluruh undangan dan peserta yang hadir dalam Munas ke IV ini. Harapannya agar munas dapat berjalan lancar dan segala hasilnya dapat bermanfaat. Sementara itu, Prof. Dr. Thomas Suyatno memaparkandari 21 bukit permasalahan,  isu krusial yang akan dibahas dalam Munas tersebut memang mengenai marger yayasan sepeprti apa yang diharapkan Wapres Jusuf Kalla. Karena dari 3.210 Yayasan yang mengasuh 4.400 PTS di seluruh Indonesia, sedikitnya 50% yang tidak sehat. Dan dari 4.400 PTS hanya 50 yang mengantongi akreditasi A.  “Tujuan dari marger ini adalah agar yayasan yang kecil-kecil dan tidak sehat tersbeut bias bergabung menjadi  lebih besar dan sehat. Tapi kendalanya saat ini memang sulit bahkan yayasan tersebut tidak mau bergabung, mereka lebih memilih menjadi raja kecil ketimbang menjadikan PTS yang kuat dan sehat,” ucapnya miris. Untuk itu melalui Munas nantinya ia berharap dapat memberikan masukan kepada  Menristek Dikti yang juga hadir pada kesempatan tersebut, agar dapat memberikan insentif kepada yayasan yang sudah bersedia bergabung sebagai daya tarik bagi yayasan untuk marger.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Munas IV ini yang diselenggarakan di Bali. Harapannya hasil Munas ini dapat bermaanfaat bagi dunia pendidikan khususnya di Bali. Dengan terselenggarakannya di Bali, dapat dilihat bahwa Bali masih dipercaya menjadi tempat yang aman, damai, dan memiliki potensi wisata yang baik. Untuk para peserta Munas agar dapat menikmati acara Munas ke IV ini dan juga dapat menikmati beberapa Obyek Wisata yang ada di Bali.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Wakil Presiden RI Dr. (H.C.) Muhammad Jusuf Kalla mengatakan tujuan bangsa kita adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur, untuk mencapai itu maka harus mencerdasrkan kehidupan bangsa telebih dahulu. “ Suatu bangsa itu bias maju  karena memiliki kekayaan alam yang sangat besar, namun dengan memiliki SDM yang berkualitas bangsa yang kecil dan tidak memiliki  kekayaan alam bias lebih maju dari bangsa lain. Seperti  Jepang  dan Korea, sehingga kita harus terus  meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing di era global ini,” tandas Jusuf Kalla. Untuk itu kualitas perguruan tinggi sebagai pencetak SDM juga harus terus dibenahi.

Saat ini perguruan tinggi sudah sepeprti industry, sehingga muncul banyak persaingan. Namun terkadang persaingan PTS  menjadi tidak sehat karena bersaing lebih murah dan lebih cepat lulusnya sehingga mengabaikan kualitas. “Untuk itu kedepan memang perlu dilakukan  regrouping atau marger ayasan penyelenggara PTS agar PTS yang ada di Indonesia menjadi lebih besar dan berkualitas. Karena saat ini banyak PTS yang masih jauh dari apa yang diharapkan pemerintah,” tukasnya. Untuk itu Wapres berharap Munas kali ini akan mampu membuahkan hasil dan mampu mendorong yayasan untuk marger demi kemajuan pendidikan di tanah air.

Adapaun susunan acara dalam Munas IV Asosiasi BP PTSI  untuk hari senin  17 Juli 2017 akan diadakan Pembukaan, Sidang Pleno I, dan Sidang Pleno II.
Dan untuk hari selasa, 18 Juli 2017 akan diadakan Sidang Pleno III untuk pemilihan Ketua Umum ABP PTSI Periode 2017-2021 serta pengumuman dan Pelantikan untuk Susunan Pengurus Baru, Dewan Pertimbangan Pertimbangan ABP PTSI Periode 2017-2021.