Bahas Mobilitas Global dan Perubahan Sosial, Jumpa Ngopi #17 Hadirkan Alumni YSEALI PFP
Jumat, 08 Mei 2026
Universitas Warmadewa melalui Pusat-Pusat Studi bekerja sama dengan program Young Southeast Asian Leaders Initiative kembali menghadirkan forum diskusi publik Jumpa Ngopi #17 bertajuk “The World in Transit—From Global Minds to Local Change”. Kegiatan tersebut digelar di Kopi Paste Lantai 1 Gedung FTP Unwar, Jumat (8/5/2026).
Forum diskusi ini menjadi ruang dialog untuk membahas bagaimana dinamika dan perubahan global memberikan pengaruh nyata terhadap kehidupan masyarakat lokal. Berbagai isu strategis seperti mobilitas internasional, pembangunan global, pendidikan internasional, pariwisata, hingga pertukaran kebijakan publik menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut.
Jumpa Ngopi #17 menghadirkan tiga narasumber alumni YSEALI PFP yang memiliki pengalaman internasional di bidang pembangunan, kebijakan publik, dan tata kelola pemerintahan, yakni Nyimas Aun Farhana, Aditya Pradana, dan Rita Nurhasanah. Diskusi dimoderatori oleh Anak Agung Gede Brahmantya Murti.
Dalam pemaparannya, Aditya Pradana menyoroti pentingnya tata kelola lingkungan dan pembangunan regional yang berbasis data serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan di Indonesia membutuhkan pendekatan yang mampu menghubungkan perspektif global dengan kebutuhan lokal masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan kebijakan berjalan secara adil, terukur, dan berkelanjutan.
Aditya juga menyinggung visi Indonesia Emas 2045 sebagai momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan lokal melalui inovasi, pemanfaatan data, serta kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.
Sementara itu, Rita Nurhasanah membahas isu keadilan bagi perempuan di tengah berbagai tantangan sosial dan kebijakan di Indonesia. Ia menyoroti masih adanya ketimpangan akses perempuan terhadap ruang pengambilan keputusan, pendidikan, hingga perlindungan hukum. Menurutnya, di tengah arus globalisasi, isu kesetaraan gender menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan sosial yang inklusif di tingkat lokal.
Rita juga mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu kesetaraan gender dan mendorong terciptanya ruang aman serta kolaboratif bagi perempuan di berbagai sektor. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkeadilan tidak dapat tercapai tanpa perlindungan dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dari masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Nyimas Aun Farhana membahas tren transportasi publik dan tantangan mobilitas perkotaan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat modern. Ia menjelaskan bahwa mobilitas manusia kini menjadi bagian dari dinamika global yang turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat lokal. Menurutnya, perkembangan transportasi publik modern tidak hanya berfokus pada aspek mobilitas, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, efisiensi energi, dan kenyamanan masyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan transportasi di Indonesia, khususnya terkait kemacetan, pertumbuhan kendaraan pribadi, dan kesiapan infrastruktur publik. Nyimas menilai perubahan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem mobilitas yang lebih baik. Selain itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat guna mewujudkan transportasi publik yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025