Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

BEM FPST Unwar Gelar Gema Ilmiah Sosial 2025 di Desa Sangeh

Selasa, 16 Desember 2025

Card image

Badung—Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan kegiatan Gema Ilmiah Sosial (GIS) 2025 bertema “Menggerakkan Potensi Lokal untuk Ketahanan Pangan” pada 15–16 Desember 2025 di Pondok Jaka, Desa Sangeh, Kabupaten Badung, Bali.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan FPST Unwar, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., didampingi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Organisasi (WD BSKOP), Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WD BKKM), serta jajaran struktural dan dosen FPST Unwar. Dalam sambutannya, Dekan FPST memperkenalkan profil fakultas sekaligus menyosialisasikan sejumlah peluang beasiswa, antara lain Beasiswa KIP, Beasiswa Bank Indonesia, dan Beasiswa Djarum yang dapat diakses calon mahasiswa FPST.

Pelaksanaan GIS yang rutin digelar setiap tahun diharapkan mampu mendorong peran aktif mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berdampak langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menumbuhkan empati, kepedulian, serta kemampuan analisis terhadap persoalan masyarakat, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam penyelesaian masalah di bidang pertanian, peternakan, pengolahan pangan, dan perikanan yang dihadapi warga Desa Sangeh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan desa mitra, yakni Sekretaris Desa Sangeh dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sangeh. Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Sangeh menyampaikan apresiasi atas perhatian FPST Unwar dalam menggerakkan potensi lokal. Ia menuturkan bahwa Desa Sangeh memiliki sejumlah kelompok yang memerlukan sentuhan kreatif mahasiswa, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan pada program Simantri, peternakan babi, dan budidaya lele. Ia juga mengajak mahasiswa, terutama yang bergerak di bidang kuliner, untuk turut berkontribusi.

Selain itu, Desa Sangeh telah memiliki fasilitas pengelolaan sampah melalui TPS 3R yang dikelola oleh 15 petugas. Pemerintah desa berharap mahasiswa dapat memberikan motivasi dan pendampingan kepada para petugas, mengingat pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.