Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

BEM Universitas Warmadewa Gelar LKMO 2025, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Nilai Sapta Bayu

Jumat, 14 November 2025

Card image

Denpasar, warmadewa.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa (BEM Unwar) menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) 2025 pada Jumat (14/11) di Auditorium Widya Sabha Utama Unwar. Kegiatan ini mengusung tema “Kepemimpinan Sapta Bayu sebagai Pilar dalam Mewujudkan Generasi Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.”

Ketua Panitia, I Made Krisna Bhakta Ananda, dalam laporannya menyampaikan bahwa LKMO 2025 diikuti oleh 66 mahasiswa dari berbagai program studi. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi public speaking oleh Santy Sastra, debat antarkelompok, pengenalan organisasi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unwar, sharing session, hingga penampilan pentas seni.

Ia berharap kegiatan LKMO mampu membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, disiplin, memiliki komitmen tinggi, serta mampu mengelola waktu secara efisien.

Ketua BEM Universitas Warmadewa, I Kadek Prasetia Dananjaya, mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang berpartisipasi dalam LKMO kali ini. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan diri seperti LKMO menjadi langkah awal untuk membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berdampak positif bagi kampus.

“Jadikan LKMO sebagai pijakan untuk mengembangkan hal-hal positif, baik untuk diri sendiri maupun untuk kampus tercinta,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Unwar, Dr. I Nyoman Sujana, SH., M.Hum, menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Sapta Bayu semakin relevan di era digital saat ini karena karakteristiknya yang menekankan pada integritas, tanggung jawab, dan etika dalam kepemimpinan. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip Asta Bratha sebagai ciri kepemimpinan yang harus diimplementasikan mahasiswa baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi kampus.

“Organisasi kemahasiswaan harus memiliki kekuatan untuk saling menghargai, menguatkan, dan membangun agar mampu berdaya saing di era global,” tegasnya.