Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

BEM Universitas Warmadewa Terjunkan Mahasiswa ke Karangasem, Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Jumat, 10 April 2026

Card image

KARANGASEM, warmadewa.ac.id – Masalah sampah bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan tantangan kolektif yang menuntut aksi nyata. Menyadari hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa (BEM Unwar) menggelar Aksi Sosial bertajuk "Membangun Kesadaran melalui Aksi Nyata Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan" pada Jumat (10/4/2026).

Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Perbekel Desa Bebandem, Kabupaten Karangasem, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Tak sekadar seremoni, acara ini menghadirkan kolaborasi apik antara akademisi, praktisi, dan pemerintah.

Hadir sebagai narasumber utama adalah Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Unwar, Dr. Desak Ketut Tristiana Sukmadewi, S.Si., M.Si, bersama perwakilan dari LSM Merah Putih Hijau dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Sujana, SH., M.Hum, menegaskan bahwa kehadiran BEM Unwar di tengah masyarakat merupakan implementasi dari visi "Kampus Berdampak".

"Kami mengedukasi masyarakat di 12 Banjar Dinas dan 5 Desa Adat di Desa Bebandem. Tujuannya jelas: mengubah pola pikir masyarakat agar sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan berkah melalui pengelolaan terpadu yang berkelanjutan," ujar Prof. Sujana.

Ia menambahkan, sinergi antara bantuan akademisi dan keahlian praktisi di lapangan adalah kunci agar edukasi ini tidak berhenti di tataran teori, namun benar-benar diimplementasikan oleh warga setempat.

Langkah proaktif mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Mewakili Bupati Karangasem, Sekretaris Daerah (Sekda), I Ketut Sedana Merta, ST. MT menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif BEM Unwar yang mengangkat isu sampah—sebuah topik krusial yang tengah menjadi sorotan di Bali.

"Sampah adalah persoalan kita bersama. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, praktisi, dan pemerintah, saya berharap kegiatan ini membawa manfaat jangka panjang bagi Karangasem, khususnya warga Desa Bebandem," ungkapnya.