Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Ceramah Wawasan Kebangsaan Berjalan Lancar di Unwar

Kamis, 12 Januari 2017

Card image

Universitas Warmadewa menyelenggarakan Ceramah Wawasan Kebangsaan dengan tema "Untuk Meningkatkan Kecerdasan Mahasiswa Tentang Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Menjaga Keutuhan NKRI" yang diselenggarakan pada Rabu, 11 Januari 2017 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar.
 
Acara dibuka oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali dan dihadiri oleh Rektor serta Wakil Rektor I, II, III, para Direktur ,Dekan , Wakil Dekan dan Pejabat Struktural di lingkungan Unwar dan diikuti oleh 200 peserta.
 
Narasumber IRJEN POL. Drs. KETUT UNTUNG YOGA, S.H., M.M. dengan materi Peran dan Kebijakan POLRI Merajut Bhineka Tunggal Ika di Indonesia Untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI dan dimoderatori oleh Dr. Agus Darma Yoga Pratama, S.S., M.Hum.
 
Ketua Yayasan mengatakan ditengah-tengah kesibukan kita khususnya mahasiswa di Warmadewa mulai hari Senin kemarin sedang melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) namun kita sempat dan  menyempatkan hadir untuk bersama-sama mendengarkan Ceramah umum dari Bapak Untung Yoga dan kebetulan materi yang disampaikan ini sangat relevan dengan situasi kekinian khususnya di kalangan generasi muda dan lebih khusus lagi di kalangan mahasiswa. Tentu kami mengucapkan terima kasih telah hadir  di kampus kita dan kepada mahasiswa saya harapkan bisa memanfaatkan forum ini dengan baik karena dengan bagaimanapun materi tentang pencegahan radikalisme dan terorisme sebagai isu central yang saat ini sedang dihadapi tidak saja oleh Indonesia tetapiboleh dunia patut dan sudah sepantasnya para mahasiswa bisa memahami, mengerti, dan tentu selalu waspada terhadap apa yg menjadi isu central ini.
 
Kehadiran beliau "bukan untuk menakut-nakuti mahasiswa" dan harapan saya juga tidak saya juga tidak begitu karena saya ketika dulu jaman reformasi adalah salah satu tokoh reformasi di Bali tahun 1997 sebagai penggerak demonstrasi mahasiswa ketika itu dan tentu reformasi yg kita gerakkan pada saat itu menghasilkan banyak perubahan salah satunya adalah memisahkan polisi dengan TNI, memisahkan dalam artian ada dua kekuatan yg mesti harus tidak dalam satu atap, itu buah reformasi. Dan tentu saya berharap mahasiswa sebagai sebuah kekuatan anomi dalam kehidupan kenegaraan kita kehidupan politik kita tetap harus pada posisi itu.
 
Kekuatan anomi artinya apabila negara dalam keadaan bahaya, bahaya itu banyak bahaya ekonomi, bahaya politik, bahaya ideologi, dan apabila rakyat sudah tidak aman lagi hidup dalam negara maka sudah saatnya mahasiswa harus tampil ke depan insan muda yg kritis terhadap situasi dan kondisi. Namun demikian mahasiswa juga harus menjadi kekuatan utama dalam mempererat dan merekatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam satu kesatuan yang ber Bhineka Tunggal Ika. Kita sadar dan kita tau gerakan budi utomo, gerakan sumpah pemuda, gerakan reformasi, semuanya itu tidak boleh yg lain itu dilakukan oleh mahasiswa oleh generasi muda yg memiliki tanggung jawab besar untuk membangun, menjaga dan mengembangkan NKRI yg kita cintai.
 
Oleh karenanya kehadiran beliau, mari kita dengarkan dengan baik, hal-hal yg perlu ditanyakan, tanyakan disini sehingga apapun yg menjadi kegalauan mahasiswa kegalauan kita semua bahkan kegalauan rakyat yg mungkin bisa anda dengar  bisa anda serap sampaikan dan bisa kita diskusikan sehingga forum ini menjadi forum yg bermanfaat, forum yg bermartabat, dan forum ini menjadi forum yg bisa memberikan solusi yg cerdas bagi kehidupan kita Bangsa Indonesia yg kita cintai ini.