Dialog Publik 2026 di Universitas Warmadewa Bahas Masa Depan Bali di Tengah Krisis Lingkungan
Jumat, 24 April 2026
Denpasar (warmadewa.ac.id), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa menyelenggarakan Dialog Publik 2026 bertempat di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa, Jumat (24/04/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Koster Menjawab: Menelisik Masa Depan Bali di Tengah Ancaman Krisis Lingkungan” ini menghadirkan Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., sebagai narasumber utama. Kehadiran Gubernur Bali secara langsung menjadi momentum penting dalam membuka ruang dialog terbuka, yang mana mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi, pertanyaan, serta kritik konstruktif terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi Bali saat ini.
Presiden BEM Universitas Warmadewa, Putu Gde Raka Trisna Arisastra., dalam sambutannya menegaskan bahwa kondisi Bali saat ini tengah menjadi sorotan akibat berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks. Ia menyampaikan bahwa tantangan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen, termasuk mahasiswa.
Ia juga mengapresiasi berbagai program Pemerintah Provinsi Bali, salah satunya program Satu Keluarga Satu Sarjana yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Warmadewa tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga telah melakukan aksi nyata, seperti kegiatan penanaman biopori di Desa Bebandem, Karangasem. Melalui dialog ini, BEM Unwar berupaya menjadi jembatan antara mahasiswa dan pemerintah dalam merumuskan solusi konkret dan berkelanjutan bagi masa depan Bali hingga 100 tahun ke depan.
Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., menyoroti tantangan besar yang dihadapi Bali, mulai dari tekanan terhadap sumber daya alam, perubahan iklim, hingga persoalan pengelolaan sampah dan pelestarian budaya. Ia menegaskan komitmen Universitas Warmadewa dalam mewujudkan kampus berkelanjutan melalui program Go Green Campus serta pembentukan Satuan Tugas Pengelolaan Sampah yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Satu Keluarga Satu Sarjana, yang akan terus diimplementasikan secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai aktor perubahan melalui pemikiran kritis dan inovatif dalam menjawab persoalan lingkungan.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menegaskan bahwa dialog publik merupakan wujud nyata dari praktik demokrasi yang melibatkan interaksi antara infrastruktur politik—termasuk mahasiswa—dan suprastruktur politik, yaitu pemerintah. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok yang kritis dan responsif terhadap kondisi bangsa.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Bali yang dinilai sebagai bentuk keterbukaan pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat akademik. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal dengan tetap mengedepankan etika, sopan santun, dan argumentasi yang konstruktif dalam menyampaikan pendapat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan publik yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta masa depan Bali yang lebih baik. Dialog publik ini sekaligus menjadi momentum refleksi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era modern.
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025