Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Dies Natalis ke-38 Unwar Momentum Merdeka dari Pandemi

Selasa, 13 September 2022

Card image

Rangkaian Perayaan Dies Natalis ke-38 Universitas Warmadewa resmi dibuka mulai 13 September 2022 yang diawali senam sehat bersama, lomba-lomba, donor darah, pameran, jobfair, serta temu alumni sedangkan Malam Dies Natalis 38 Unwar akan diselenggarakan pada 17 September 2022.

Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp. ParK., mengingatkan bahwa bertambahnya usia menjadi landasan merefleksi diri bagi civitas akademika tentang kontribusi yang telah diberikan untuk institusi. "Usia kita bertambah satu tahun, artinya pengalaman hidup juga bertambah. Mari renungkan, kontribusi apa yang telah kita beri untuk lembaga yang kita cintai ini," ungkapnya. Terkait rangkaian Dies ke-38, Dewa Widjana memuji kegiatan-kegiatan yang menurutnya sangat spektakuler bahkan suasana kampus tak ubahnya seperti pasar yangmana segala kebutuhan masyarakat, makanan, minuman, produk UMKM, termasuk bursa kerja disediakan di stand. Lebih lanjut, puncak Dies tahun ini dirangkai dengan Wisuda ke-70 yang diikuti 1.332 lulusan. Jumlah tersebut tentunya tidak sedikit sehingga ia meminta kepada calon wisudawan agar memanfaatkan transportasi umum untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Euforia ini tidak berlebihan karena perayaan tahun ini sekaligus momentum merdeka dari Pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si., di kampus Unwar, Selasa (13/9/22). "Hari ini kita senam bersama melibatkan semua civitas, semua komponen. Bahkan mahasiswa baru tampak tidak ada jarak meskipun harus menjaga jarak," kata Wisnumurti usai mengikuti senam, lanjut meninjau puluhan stand di sekitar kampus. Peringatan Dies ke-38 dan rangkaiannya sengaja dirancang agar tidak terlalu formal. Ini menyesuaikan dengan konsep milenial guna menciptakan kampus yang nyaman. "Kita harus tinggalkan cara-cara colonial, sekarang jaman milenial yang mana kolaborasi dan keterbukaan menjadi hal utama. Kampus wajib diciptakan menjadi tempat yang nyaman untuk semua,".  [pp]