Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Dosen FPST Universitas Warmadewa Jadi Narasumber Pelatihan Olahan Jagung Manis di Denpasar

Jumat, 27 Maret 2026

Card image

Denpasar – Dosen Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan pengolahan jagung manis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Denpasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di tingkat kecamatan dan desa di Kota Denpasar. Pelatihan dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026, bertempat di Kebun Kalpataru, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan.

Dua dosen FPST Universitas Warmadewa yang hadir sebagai narasumber yakni :
- Dr. Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, MP dengan materi Peningkatan Nilai Jual Produk Jagung Manis dengan Pengolahan.
- Ir. Anak Agung Made Semariyani, M.Si meberikan Praktek Pembuatan Olahan Jagung Manis.

Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian guna meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Jagung, sebagai salah satu komoditas pangan strategis, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Dmn susu di era sekarang sangat dibutuhkan untuk imun. Imun yg kuat akan terbebas dari sehala penyakit yg diera sekarang ini berbagai mcm penyakit bermunculsn mk dibutuhkan imun yg kuat

“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat, khususnya kelompok tani dan ibu-ibu rumah tangga, dapat memanfaatkan jagung menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Dr. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai kandungan gizi jagung serta teknik pengolahan yang higienis dan efisien. Produk olahan seperti susu jagung dinilai memiliki keunggulan karena mudah dibuat, bernutrisi, dan dapat menjadi alternatif usaha rumahan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu mengolah hasil pertanian secara kreatif, tetapi juga dapat mengembangkan peluang usaha yang bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan pendapatan untuk menopang ekonomi keluarga.