Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Dosen Unwar Raih Gelar Doktor Biochar Tingkatkan Produksi Jagung dan Kualitas Tanah

Kamis, 19 Januari 2017

Card image

FAKULTAS Pertanian (FP) Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menambah dosen berkualifikasi doktor. Rabu (18/1) kemarin, Ir. Yohanes Parindungan Situmeang, M.Si. meraih gelar doktor di Program Pascarsarjana Fakultas Pertanian Unud. Yohanes adalah doktor ke-138 di FP Unud dan ke-60 di Unwar. Dia sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pemanfaatan Biochar dalam Meningkatkan Kualitas Tanah dan Hasil Tanaman Jagung di Lahan Kering". Yohanes yang dilahirkan di Jambi menyelesaikan stusi S-1 di FP Universitas Negeri Jambi dan S-2 diselesaikan di IPB (1966) Suami dari Tannida Simanjuntak, Amd. ini sejak keel dikenal suka pertanian.

Apalagi, ayah tercinta Yohana Mutara Lambok Situmeang, Yolanda Ezra Angelia Situmeang dan Yocinta Talya Risda Situmeang ini juga banyak karyanya menembus jurnal internasional. Sukses Yohanes juga berkat bimbingan promotor Prof. Dr. Ir. I Made
Adnyana, M.S. dan kopromotor Prof Dr. Ir. I Nengah Netera Subadiyasa, M.S. dan Prof. Dr. Ir. I Nyoman. Merit, M.Agr. Usai lulus, Yohanes langsung mendapat ucapan selamat dari Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Bendahara Cok. Istri Raka Indrawati, S.E., Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana beserta waki rektor, Direktur PPS Unwar Prof. Dr. Ir. Gde Suranaya Pandit, M.S. dan para dosen. A.A. Gede Oka Wisnumurti bersyukur Unwar kini panen dosen doktor. Hampir setiap bulan melahirkan doktor baru dan kini ada 50 lebih calon doktor. Ke depan, Unwar akan menjadi PTS terbanyak memiliki dosen bergelar doktor.

Yohanes mengungkapkan, pertanian lahan kering di Bali memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi lahan produktif tanaman palawija seperti jagung yang dapat beradaptasi dengan kekeringan. Data BPS Bali menunjukkan dari luas lahan pertanian 354.406 ha, 34,91 persen merupakan lahan kering. Sementara rata-rata produksi jagung masih rendah yakni 2,43 persen dibandingkan produksi jagung nasional mencapai 4,9 persen. Untuk itu, kondisi lahan kering ini bisa ditingkatkan dengan biochar untuk tanaman jagung. Yohanes menemukan bahan biochar yang memiliki bahan kaya karbon yang berasal dari biomassa seperti kayu dan bambu. Biochar ini mampu meningkatkan kualitas tanah yang telah terdegradasi. Sebab, biochar dapat menjaga keseimbangan C dan N untuk jangka waktu yang panjang. Dari hasil penelitiannya disimpulkan bahwa penggunaan biochar bambu mampu meningkatkan produksi jagung 38,6V persen dibandingkan menggunakan pupuk kompos dan phonska tanpa biochar.

Kedua, Biochar ini mampu meningkatan kualitas tanah. Dia juga belum puas dengan basil penelitiannya. Diharapkan nanti terbentuknya pupuk biochar plus guna mendapatkan dosis optimum biochar bambu, kompos dan phonska yang dapat menghasilkan produksi jagung yang tertinggi. Dalam penelitiannya, Yohanes menggunakan konsep penelitian lapangan dan percobaan skala pot di rumah kaca. Yohanes dengan lancar mampu menjawab pertanyaan dari dewan penguji yang dipimpin Dekan FP Unud Prof. Dr. I Nyoman Rai, M.S. Dengan pengunaan biochar yang menunjukkan hasil yang cukup baik, diharapkan petani bisa menggunakan sistem ini. (ad1804)

Bali Post Kamis Wage, 19 Januari 2017