FEB Unwar Gelar The 3rd Warmadewa International Conference Accelerating The Green Economy "Strategies for Sustainable Growth"
Sabtu, 04 November 2023
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau dengan menggelar The 3rd Warmadewa International Conference Accelerating the Green Economy dengan tema Strategies for Sustainable Growth. Konferensi yang bertujuan untuk menggali berbagai strategi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha Utama Unwar, Sabtu (04/11/2023).
Dalam konferensi internasional ini, FEB Unwar tidak hanya menghadirkan narasumber dari kalangan internal seperti Dr. I Made Suniastha Amerta, SS., M. Par., namun juga pembicara internasional seperti Dr. Morteza Azarpira dari Glocal College Iran, Ciorstan Smark, Ph.D., dari University of Wollongong Australia, dan Prof. Dr. Mhd Ikhwanuddin Bin Abdullah dari University Malaysia Terengganu.
Untuk memaksimalkan konferensi tersebut, FEB Unwar sebelumnya pada hari Jumat (03/11/2203) telah melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Banjar Puseh, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar dengan mengundang pembicara Dr. Made Setini, S.Kom.,M.M., dari FEB Unwar, Mulianingsih, S.E yang merupakan Praktisi Ekspor, dan Dr. Morteza Azarpira dari Glocal College Iran.
Adapun maksud dan tujuannya kegiatan tersebut adalah mencoba mengeksplor berbagai strategi untuk mempercepat ekonomi hijau dalam kaitan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dekan FEB Unwar, Prof. Dr. I Made Sara, S.E., M.P., menjelaskan bahwa ekonomi hijau menjadi fokus utama dalam konteks global saat ini, termasuk di Indonesia. Setiap langkah dalam kegiatan industri harus mempertimbangkan pelestarian alam, penghematan sumber daya alam, dan pengurangan limbah industri. Salah satu contoh penerapan konsep ini adalah melalui upaya pengolahan kayu bekas menjadi produk bernilai tinggi. Prof. Sara mengungkapkan bahwa bahkan kayu kecil yang tersisa dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti patung dan panel dengan bantuan narasumber yang hadir dalam konferensi.
“Kenapa Ekonomi Hijau? karena memang ini menjadi perhatian dunia pada saat ini termasuk Indonesia,” ucapnya. Sementara dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata, FEB Unwar berharap bahwa upaya percepatan ekonomi hijau ini akan menjadi sorotan dunia luar dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unwar, Prof. Dr. Drs Wayan Wesna Astara, SH., M.H., M.Hum, menekankan pentingnya riset sebagai dasar pengembangan ekonomi hijau. Menurutnya, ekonomi hijau berkaitan erat dengan sumber daya alam, riset, dan pengabdian tentunya harus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Prof. Wesna juga menyoroti kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan sumber daya alam misalnya, kayu yang pada awalnya memiliki nilai rendah dapat meningkat nilainya melalui desain dan kreasi. Dia juga mendorong dosen untuk membantu dalam memasarkan produk-produk secara online. Konferensi internasional ini menjadi wujud nyata dari komitmen FEB Unwar dalam mempromosikan ekonomi hijau dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara narasumber internal dan internasional serta dukungan riset yang kuat, diharapkan masyarakat Bali semakin paham tentang manfaat ekonomi hijau dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan, dan Operasional, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E.,M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekonomi hijau saat ini menjadi isu yang sangat menarik untuk dibahas di tengah besarnya kerusakan lingkungan akibat pesatnya pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi pada pertumbuhan yang tidak diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Padahal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan merupakan syarat mutlak yang harus diimbangi.
Berdasarkan fenomena tersebut, para akademisi harus terus mengupayakan pembangunan berdasarkan prinsip yang dikenal dengan istilah ekonomi hijau. Sangat penting untuk mencari strategi baru yang dapat dijadikan model pertumbuhan ekonomi secara signifikan namun tetap diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, proses pembangunan dunia dapat terus berjalan dan pembangunan ekonomi dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Melalui konferensi internasional ini diharapkan menghasilkan benang merah untuk menciptakan strategi baru mendukung ekonomi hijau yang nantinya menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Pj. Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali Ir. I Made Gunaja, M.Si., menyambut gembira dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa atas inisiasi diselenggarakannya acara ini karena para akademisi dan para ahli lembaga pendidikan tinggi khususnya yang berfokus pada ekonomi dan bisnis, tidak melupakan perannya dalam ikut melestarikan lingkungan melalui upaya perumusan strategi dan inovasi dalam usaha percepatan pelaksanaan ekonomi hijau serta pencapaian pembangunan berkelanjutan di Provinsi Bali.
Pihaknya berharap kegiatan ini pada akhirnya memberikan vibrasi positif baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional karena ekonomi hijau merupakan model pembangunan ekonomi yang berbasis pembangunan berkelanjutan selain dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan akhir kegiatan juga diharapkan memberi dampak tercapainya keadilan, baik bagi masyarakat maupun lingkungan dan sumber alam itu sendiri. [dd]
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025