Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

FGD Ketahanan Pangan dan Gender di NTT Hadirkan Akademisi, Aktivis, Komunitas Perempuan dan Pemerintah Daerah

Rabu, 08 Juli 2026

Card image

Kupang — Focus Group Discussion (FGD) bertema “Memperkuat Ketahanan Pangan dan Resiliensi Nutrisi melalui Pemodelan Simulasi Responsif Gender dan Inovasi Kebijakan di Indonesia Timur”  dilaksanakan di Kupang, NTT Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Penelitian International Science Partnership Fund (ISPF) yang melibatkan Pusat-Pusat Studi Universitas Warmadewa, Bali, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, Kupang-NTT. 

FGD dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Tomycho Olviana, SP., MMA. Dalam kegiatan ini, diskusi diarahkan untuk mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah, aktivis gender, dan kelompok masyarakat dalam membaca persoalan ketahanan pangan, perubahan iklim, serta ketimpangan gender di NTT.

Sesi utama menghadirkan empat narasumber. Melinda R. S. Moata, S.P., M.Sc., Ph.D. dari Politani membahas keterkaitan iklim, pangan, dan gender, khususnya bagaimana perempuan menjadi aktor penting dalam menghadapi kerentanan pangan akibat perubahan iklim. Linda Tagie, aktivis gender, memaparkan kondisi kesetaraan gender di NTT, termasuk hambatan sosial, budaya, dan kelembagaan yang membatasi kapasitas serta kepemimpinan perempuan.

Selanjutnya, I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D, akademisi dari Undana menjelaskan praktik pertanian tangguh iklim, mulai dari perubahan pola tanam, strategi adaptasi petani, hingga kebutuhan dukungan teknologi, irigasi, benih, penyuluhan, dan akses pasar. Dari unsur pemerintah, Nyoman Saniambara, S.K.M., M.Kes., Kabid Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan BAPPEDA NTT, menyampaikan perspektif kebijakan dan program ketahanan pangan pemerintah daerah.

Melalui FGD ini sebagai pendekatan awal penelitian ketahanan pangan dengan stakeholders lokal di NTT sehingga aktivitas dan akses di NTT dapat dijalin dengan baik.