Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

FH Unwar dan BEM FH Gelar KKBM XXVIII di Karangasem, Angkat Isu Pernikahan Dini

Jumat, 11 April 2025

Card image

Karangasem – Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unwar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) XXVIII Tahun 2025 di Lapangan Gajah Wea, Desa Abang, Karangasem, pada Jumat (11/04/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Mengembangkan Intelektual Mahasiswa dan Masyarakat dalam Mengantisipasi Pernikahan Dini demi Mewujudkan Generasi yang Gemilang.”

KKBM XXVIII ini diikuti oleh 363 mahasiswa aktif dari semester 2, 4, 6, dan 8 Fakultas Hukum Unwar, dan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan kegiatan Penyuluhan Hukum yang menghadirkan para narasumber ahli di bidangnya, yakni Dr. I Made Wenata Jembawan, Sp.OG. yang membahas dampak pernikahan muda dari aspek kesehatan, Titut Esti Koeswardani, S.Psi., M.Psi. yang memaparkan dampak psikologis pada anak akibat perkawinan dini, dan Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. yang menjelaskan aspek hukum dan implikasi perkawinan usia dini. Selain itu, juga dilakukan program Mahasiswa Mengajar di SMP dan SMA di wilayah Abang.

Dekan FH Unwar, Dr. Ni Made Jaya Senastri, S.H., M.H., menyampaikan bahwa KKBM merupakan inisiatif BEM FH Unwar untuk membangun keterlibatan langsung mahasiswa dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya tema pencegahan pernikahan dini karena pernikahan bukan hanya soal hubungan antar individu, tetapi menyangkut kesiapan dan tanggung jawab dalam membentuk lembaga keluarga. "Fenomena ini perlu disikapi dengan bijak dari berbagai aspek, baik kesehatan, psikologi, maupun hukum," ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh perwakilan Bupati Karangasem, Ida Bagus Putu Suastika dari Inspektorat Daerah Kabupaten Karangasem. Ia mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan KKBM di Desa Abang dan berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan serta solusi terkait persoalan pernikahan dini. Ia juga menyoroti pentingnya kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk kampanye kebersihan lingkungan yang menjadi program prioritas pemerintah.