FH Unwar Gelar The 2nd International Conference and Call For Papers “Business Law and Local Wisdom in Tourism”
Rabu, 28 Juli 2021
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar "The 2nd International Conference and Call For Papers “Business Law and Local Wisdom in Tourism” secara hybrid yang berpusat di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Rabu (28/7). International Conference yang dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Republik Indonesia Dr. H. Sandiaga Salahudin Uno, B.B.A., M.B.A. ini terselenggarakan atas kerjasama enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dibawah naungan Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI). International Conference ini menghadirkan 6 orang Keynote Speaker dari 6 negara. Yakni, Negara Belgia, Malaysia, Jerman, Korea Selatan, India, Timor Leste, dan Indonesia.
Dekan FH Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, SH.,MH., yang didampingi para Wakil Dekan dan Ketua Panitia mengatakan bahwa seminar internasional yang ke-2 ini digelar berkat kerjasama dengan 6 perguruan dalam negeri. Seminar Internasional ini dilaksanakan atas kesepakatan FH Unwar di bawah naungan Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI). Sehingga, kegiatan ini momen yang tepat bagi FH Unwar dalam meningkatkan kualitas dan mutu Prodi, Dosen, dan mahasiswa.
Terkait dengan tema yang diusung, dijelaskan bahwa tema ini sesuai dengan Bali yang terkenal dengan destinasi pariwisatanya. Namun, di masa pandemi Covid-19 saat ini, pariwisata Bali terdampak luar biasa. Sehingga, diperlukan upaya-upaya yang riil untuk membangkitkannya. Selain itu, tema yang diusung juga berkaitan dengan visi Unwar, yaitu Bermutu, Berwawasan Ekowisata, dan Berdaya Saing Global 2034. "Bagaimana Bali sebagai daerah pariwisata yang sangat potensial, baik dari segi budaya, ekonomi, dan lainnya yang mendukung pariwisata harus mampu menjadi bisnis pariwisata untuk mendukung pertumbunhan ekonomi Bali yang lebih baik," ujar Prof. Budiartha.
Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., mengatakan kegiatan ini menjadi annual meeting dan suatu annual activity yang bisa diselenggarakan setiap tahun. Karena ini menjadi satu event penting, dimana masyarakat hukum pada khususnya sangat antusias mendukung hal ini. Ini dibuktikan dengan adanya pembicara dari 6 negara dan pesertanya juga dari berbagai negara. Diharapkan International Conference ini dapat menambah pengalaman dan pemahaman baru tentang business law and local wisdom.
Ia menambahkan, International Conference ini juga sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan eksistensi khususnya FH Unwar. meskipun saat ini sudah mendapatkan nila A, tetapi pihaknya ingin FH Unwar tetap menjadi prodi yang levelnya bisa internasional yang ditandai dengan akreditasi internasional. Oleh karena itu, pihaknya mendorong FH Unwar agar go internasional melalui akreditasi internasional.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., ia mengucapkan selamat kepada FH Unwar, di tengah-tengah pandemi Covid-19 bisa melaksanakan International Conference yang secara khusus berbicara tentang business law dan local wisdom in tourism. Tema ini dikatakan sangat relevan dengan Bali sebagai daerah destinasi utama pariwisata dan Warmadewa yang menjadikan ekowisata sebagai visi lembaga. apa yang dibahas kali ini lebih pada mencari alternative-alternatif pemikiran di tengah pandemi Covid-19 dan tentunya new normal ketika Covid-19 berakhir. “Ada banyak peluang yang bisa kita lakukan, yang pertama tentu berkaitan dengan bagaimana hukum bisnis ini bisa menjadi jembatan penghubung antara para pelaku-pelaku industry pariwisata dengan negara-negara yang menjadi objek transaksi. Pandemi bisa di atasi dengan business law. Yang kedua, local wisdom ini berkaitan dengan bagaimana potensi-potensi yang kita punya, yang kita sebut dengan desa wisata atau ekowisata bisa kita bangkitkan dan kita kembangkan. Jadi pandemi bisa menjadi kesempatan emas bagi kita, bagi pemerintah dan bagi masyarakat untuk melakukan penataan kembali terhadap objek-objek atau nilai-nilai budaya”, ungkapnya.
Dikatakan, dengan adanya pandemi ini dikatakan justru memberikan peluang dan kesempatan bagi kita semua untuk melakukan rehat di satu sisi, dan untuk melakukan retrospeksi terhadap apa yang pernah terjadi terhadap hiruk pikuk pariwisata di Bali yang notabene ketika itu mengabaikan budaya, agama, adat istiadat, lingkungan bahkan kesehatan. Ini adalah suatu pelajaran untuk kembali ke jati diri, untuk melakukan intropeksi dan retropeksi diri utamanya dalam dunia pariwisata ini kesempatan untuk melakukan penataan infrastruktur, penataan ekowisata, penataan desa wisata, dan memberikan kesepatan kepada pelaku-pelaku lokal untuk menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri. Inilah strategi kebijakan yang harus dilakukan dan seminar ini sangat relevan untuk membicarakan hal itu.
Humas Unwar Melaporkan
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025