FKIK Universitas Warmadewa Lantik 11 Dokter Baru pada Pelantikan Dokter ke-34
Sabtu, 14 Februari 2026
Denpasar (warmadewa.ac.id) - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) kembali melaksanakan Pelantikan Dokter ke-34 bertempat di Ruang Gunapriya Dharmapatni Mandapa (GDM) I, Lantai 4 Gedung F3 FKIK Unwar, pada Sabtu (14/2/2026). Prosesi ini menjadi momentum resmi bagi para lulusan Program Profesi Dokter untuk mengucapkan sumpah dan memulai pengabdian sebagai tenaga medis profesional.
Pada Pelantikan Dokter ke-34 ini diikuti oleh 11 dokter baru, rangkaian acara diawali dengan prosesi Mejaya-jaya, dan dilanjutkan dengan perkenalan dokter baru, pengucapan Lafal Sumpah Dokter yang dipimpin rohaniwan, penandatanganan naskah sumpah, pelantikan oleh Dekan FKIK Unwar, penyerahan ijazah, penyematan tanda alumni, serta penyerahan dokter baru secara simbolis kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bali.
Dekan FKIK Unwar, dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan menjadi dokter merupakan proses panjang yang penuh perjuangan dan tidak terlepas dari dukungan keluarga, khususnya orang tua.
Ia menegaskan bahwa sumpah dokter harus menjadi pedoman utama dalam menjalankan profesi. Menurutnya, seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas moral, kejujuran, serta niat baik dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan.
“Profesi dokter adalah pengabdian. Niat baik dan tindakan yang berlandaskan kebenaran akan menjadi pegangan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para dokter baru untuk menjaga kesederhanaan, berani menolak praktik yang tidak sesuai etika, serta terus belajar sepanjang karier. Ia turut mendorong lulusan agar bersedia mengabdi di berbagai daerah yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Universitas Warmadewa hingga menyandang profesi dokter.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan dokter membutuhkan proses panjang, mulai dari pendidikan sarjana hingga profesi yang berlangsung sekitar empat hingga lima tahun, dan masih dilanjutkan dengan masa internship sebelum dapat menjalankan praktik secara mandiri.
Menurutnya, tantangan dunia kesehatan ke depan semakin kompleks dan kompetitif, sehingga dokter baru harus terus meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan keterampilan.
“Teruslah belajar dan menjaga nama baik almamater serta profesi. Sumpah dokter yang telah diucapkan harus menjadi pedoman dalam setiap pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), dr. Putu Camelia, M.Kes., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan seorang dokter tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga etika, profesionalisme, dan kemampuan komunikasi dengan pasien.
Disampaikan bahwa banyak permasalahan dalam pelayanan kesehatan terjadi akibat kurangnya komunikasi efektif antara tenaga medis dan pasien. Oleh karena itu, dokter baru diharapkan mampu menjaga empati, profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah dokter.
Selain itu, para lulusan juga didorong untuk memanfaatkan masa internship sebagai kesempatan memperkuat keterampilan klinis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat, termasuk di daerah yang masih membutuhkan tenaga medis.
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025