Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) : Reshaping Indonesia’s Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid-19 Recovery: Enhancing the Roles of Parliament through Innovative Citizen Engagements

Senin, 28 September 2020

Card image

Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK ikut dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama antar Parlemen Dewa Perwakilan Rakyat Repbublik Indonesia (BKSAP DPR RI) yang bekerjasama dengan Westminster Foundation for Democracy (WFD) dan Pemerintah Provinsi Bali. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 23 September 2020 bertempat di The Patra Bali Resort & Villas.

Hadir dalam Acara Ketua Komite Kerjasama Antar Parlemen Dr. Fadli Zon, MP, Dr. John Murton, Utusan COP26 Inggris (virtual) Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Asia dan Amerika dariWFD, Mantan Duta Besar Inggris untuk Paraguay Matthew Hedges, Senior Economist,   Lead   Green   Cities   and Economic    Zone    Indonesia, Green Growth   Planning   &   Implementation Program - GGGI2 Kurnya     Roesad,Ph.D., A   prominent   award winningarchitectandGreen Economy Practitioner Popo Danes, Ketua Executive Director of IPD, Drs. I Ketut Putera Erawan,M.A.,Ph.D. CEO of Mysociety.org MarkCridge, Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp. ParK.

Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp. ParK. Dalam Sambutan Penutupan merasa terhormat untuk berpartisipasi dalam platform yang memungkinkan diskusi dan berbagi masalah nasional yang penting untuk pengembangan kebijakan publik. Menurutnya acara tersebut telah memperkaya wawasan kita terkait desain dan implementasi strategi ekonomi hijau serta praktik demokrasi. “Saya pribadi melihat forum ini sebagai wujud komitmen dan wadah curah pendapat bagi kita untuk mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan dan demokrasi”.Ungkapnya.

Selain itu dikatakan dengan hadirnya akademisi, birokrat, dan aktivis di forum tersebut, pihaknya optimis dapat menemukan rumusan yang tepat dari desain dan kebijakan ekonomi hijau yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Hal tersebut diungkapkan karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya yang berpotensi menjadi agen pembangunan ekonomi hijau dan mengarah pada pekerjaan yang pro. saya berharap dengan FGD ini kita dapat menguraikan topik-topik tersebut menjadi solusi konkret dan praktis melalui praktik publik yang penuh pertimbangan. Dengan belajar dari pengalaman House of Commons Inggris, saya berharap kita bisa bereksperimen dengan bentuk pemerintahan yang baru”paparnya.

Humas Unwar
Melaporkan