Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

FPST Unwar Gandeng Ehime University, Bedah Potensi Limbah Jeruk Jadi Pangan Fungsional

Senin, 29 Desember 2025

Card image

DENPASAR – Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) sukses menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor yang menyoroti inovasi pangan fungsional berbasis buah sitrus. Acara bertajuk "Development of Citrus Fruit as Functional Food and Regulation in Japan" ini berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025, di Ruang Sri Ajnadewi, Gedung G2 Unwar.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret realisasi kerja sama internasional antara FPST Unwar dengan Ehime University, Jepang, dalam lingkup Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dekan FPST Unwar, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kehadiran narasumber merupakan sebuah kehormatan besar bagi institusi.

"Prof. Sugahara adalah salah satu akademisi yang memiliki dedikasi luar biasa di bidang makanan fungsional dengan karya-karya yang berpengaruh secara internasional. Kami berharap kuliah umum ini tidak hanya memperdalam pemahaman penelitian, tetapi juga memperkuat jaringan akademik dengan Ehime University," ujar Prof. Suriati.

Narasumber utama, Prof. Takuya Sugahara, Ph.D., dari Food and Health Function Research Center, Ehime University, memaparkan temuan menarik mengenai pemanfaatan sisa hasil pertanian. Menurutnya, limbah kulit dan daun jeruk yang selama ini terabaikan ternyata memiliki senyawa aktif yang mampu mengatasi keluhan kesehatan modern secara ilmiah.

Dalam presentasinya, Prof. Sugahara menjelaskan bahwa ekstrak daun jeruk bekerja sangat presisi di tingkat seluler dalam tubuh manusia.

"Temuan kami menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk mampu mengurangi kadar mediator pro-inflamasi dan meningkatkan mediator anti-inflamasi pada organ vital seperti hati dan limpa," jelas Prof. Sugahara.

Selain aspek sains, Prof. Sugahara juga membagikan wawasan mengenai sistem regulasi pangan di Jepang, khususnya mengenai Foods with Function Claims (FFC). Sistem ini memungkinkan produsen melabeli fungsi kesehatan pada produk berdasarkan bukti ilmiah yang kuat, namun tetap dengan standar pengawasan yang ketat guna melindungi konsumen.

Melalui transformasi daun jeruk menjadi produk praktis seperti teh kesehatan, diharapkan masyarakat dan mahasiswa semakin sadar akan potensi sumber daya alam yang ada di sekitar. Pengetahuan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pangan fungsional yang memiliki landasan ilmiah kuat untuk menjaga kesehatan masyarakat jangka panjang.