Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Jubir KBRI Australia di Fisipol Unwar kecil (Jangan Khawatir, Pemerintah Australia Dukung NKRI)

Selasa, 17 Januari 2017

Card image

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( Fisipol) Unwar terus memberi bekal akademik bagi mahasiswanya. Senin (16\1) kemarin Fisipol Unwar mendatangkan dosen tamu Sekretaris  dan Jubir KBRI Australia di Camberra, Ida Bagus Kade Bimantara. Kuliah tamu dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti,M.Si.,  soal’’Diplomasi Politik Hubungan Luar Negeri Indonesia-Australia’’. Acara juga dihadiri Rektor Unwar, Prof. Dewa Putu Widjana, para dekan dan dosen Fisipol Unwar. Dekan Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unwar, Drs. I Made Mirta,M.Si.,  mengungkapkan kuliah tamu diikuti 250 mahasiswa Unwar untuk memberi wawasan bagi mahasiswa dalam menganalisa hubungan luar negeri RI dan Australia. Apalagi dewasaa ini hubungan kedua negara sedikit menegang karena kasus pengibaran bendera OPM yang diduga dilakukan oleh aktivis Australia. Di samping diputusnya sebagian hubungan kerjasama militer RI dengan Australia.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti,M.Si.,  menjelaskan putra Bali Ida Bagus Kade Bimantara adalah putra terbaik Bali yang sekolahnya selalu di luar negeri. Unwar menggaet IB Bimantara saat cuti, diharapkan tak saja menjadi jubir  RI di luar negeri, namun juga menjadi jubir Unwar di luar negeri. Unwar yang go internasionaol, memerlukan kerjasama luar negeri yang lebih banyak lagi. Tema yang diangkat juga menantang apalagi isu di tengah ketegangan hubungan RI- Australia soal pelecehan Pancasila.

 Dia melihat hubungan politik luar negeri Indonesia harus aktif dan dunia menjadi desa besar. Khusus tetangga Australia, hubungan seperti benci tapi rindu. Banyak kepentingan namun di sisi lain setiap saat memunculkan ketegangan-ketegangan. Mahasiswa dan dosen harus mampu menganilisi secara benar dan sangat penting bagi Fisipol soal informasi terbaru politik luar negeri dan khususnya hubungan dengan RI- Australia. IB Kade Bimantara mengakui hubungan RI dengan Australia tak stabil, selalu naik dan turun sejak dua tahun. Mulai dari kasus daging sapi, skandal penyadapan, dll. Padahal hubungan kita berjalan 1.000 tahun lalu sudah mulai lewat pedagang Makassar dan Australia pendukung kemerdekaan RI.

Ketegagan kedua negara muncul karena ada rasa ketidakpercayaan padahal jarak kedua negara sangat dekat yakni sama dengan Banyuwangi dan Surabaya. Kedua, kedekatan dalam nilai-nilai dasar seperti demokrasi, sistem ekonomi terbuka dan HAM sama sengan Australia. Hubungan ekonomi sangat erat, hampir Rp 10 miliar dolar AS perdagangan RI dengan Australia dan trennya terus meningkat. Sektor pariwisata Bali sangat diuntungkan oleh wisatawan Australia yakni mencapai 1,2 juta orang per tahun di Indonesia. Bahkan tujuan wisatawan Australia terbanyak ke Indonesia dan 90 persen ke Bali.  Makanya bisa disebut mereka lebih tahu Bali daripada orang Indonesia. Ketegangan terjadi ibarat seperti tetangga yang tak percaya dan tak tahu soal kondisi masing-masing, akibatnya kasus kecil menjadi besar. Seperti masalah OPM, ada pendukung OPM di Australia, namun sebagian besar tidak. Ini yang membuat kecurigaan RI terhadap Indonesia padahal pemerintah dan partai oposisinya selalu mendukung NKRI.(025)