Ketut Winatha: Kerja Keras Raih Gelar Guru Besar
Rabu, 02 Februari 2022
Gelar Guru Besar tentunya menjadi mimpi semua dosen. Sebab, Guru Besar merupakan gelar tertinggi dalam dunia akademis. Namun, untuk mencapai ke jenjang itu tidak mudah. Butuh kerja keras super ekstra untuk mewujudkannya. "Saya berproses sejak 2012. Tapi sempat mandeg. Akhirnya terwujud tahun 2022 ini. Motivasi terbesar saya adalah membantu hak-hak hukum masyarakat kurang mampu saat menghadapi persoalan," ujar Prof.Dr. Drs. I Wayan Wesna Astrana, SH., MH.,M.Hum.
Selain menjalankan profesi sebagai dosen Ilmu Hukum, Prof. Wesna juga dikenal sebagai lawyer atau pengacara di Bali. Ia konsen membela masyarakat kurang mampu terutama di pedesaan. Ia juga seorang Kertha Desa yang menjalankan fungsi mediasi warga yang bersengketa, umumnya masalah perceraian Untuk meraih gelar Profesor, pria kelahiran Tuban Badung, 6 Agustus 1958 ini berbagi tips-tips bagi para akademisi yang sedang berjuang. Salah satu kuncinya, yakni membangun relasi seluas-luasnya dengan akademisi lain yang lebih berpengalaman dari berbagai perguruan tinggi. "Saya selalu bangun komunikasi, minta tips dan arahan dari teman-teman di Universitas Gadjah Mada, Unud dan sebagainya," tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, kendala yang selama ini ditemui adalah sulitnya menembus publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Scopus. Ia melihat, sebagian besar dosen masih berpaku pada tugas mengajar, padahal pengabdian dan penelitian juga wajib dilaksanakan. Setelah melakukan pengabdian dan penelitian, sambung Wesna, luarannya sesegera mungkin harus dipublikasikan di jurnal.
Dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, keaktifan serta totalitas telah tercermin dari bentuk kualitas dan kuantitas pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Karya dalam bentuk luaran seperti jurnal serta buku sudah menjadi bukti nyata perjuangan serta pengabdian Prof. Wesna selama ini. Atas perjuangannya ini, Prof. Wesna tercatat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum kedua di Fakultas Hukum Unwar, dan melengkapi Guru Besar ke-14 di Unwar. Prof. Wesna menamatkan pendidikan di SD Tuban tahun 1971, SMP tahun 1974, dan Sekolah Pendidikan Guru Negeri Denpasar tahun 1977. la pun kemudian melanjutkan pendidikan program sarjana di Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Unud tahun 1978-1984 dan memutuskan untuk mengambil Program Magister di bidang Ilmu Humaniora/Sejarah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1992-1996. Dengan ketekunan serta bimbingan dari para dosen yang berkompeten di bidang ilmu sosial Indonesia telah membentuk semangat dan tekad Prof. Wesna Astara untuk terus meningkatkan kualitas diri di bidang pendidikan. [pp]
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025