Kuliah Tamu dengan tema "Manajemen Pembangunan Daerah Berbasis Wilayah
Senin, 24 Juli 2017
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bekerjasama dengan Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Warmadewa menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema "Manajemen Pembangunan Daerah Berbasis Wilayah : Reorientasi Pembangunan Untuk Menuju Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat yang Lebih Merata" pada Senin, 24 Juli 2017 di Ruang Teater Widya Sabha Mandala Unwar.
Acara dihadiri oleh Rektor yg diwakili oleh WR II Unwar, Dekan Fisipol Unwar, para Wakil Dekan I, II, dan III Fisipol Unwar, Sekretaris Pascasarjana Unwar, WD I FH Unwar, Ketua dan Sekretaris Prodi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Unwar, Sekretaris Prodi Magister Kenotariatan Pascasarjana, para Ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan Fisipol Unwar, para Dosen di lingkungan Fisipol Unwar, DPM, BEM, Perwakilan Unitas di lingkungan Unwar dan diikuti oleh mahasiswa Fisipol Unwar.
Narasumber Dr. Bambang Tri Harsanto, M.Si. dari Universitas Jendral Sudirman dengan materi "Implementasi Manajemen Pembangunan Wilayah Sebagai Strategi Mengurangi Ketimpangan Pembangunan Antar Daerah" dan dimoderatori oleh Putu Eka Mahardika, S.IP. ( alumni Fisipol Unwar).
Rektor Unwar yg diwakili oleh WR II Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M. mengatakan hal yang sering terlupakan di dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional sejak mulai tahun 1969 sampai sekarang adalah semakin melebarnya jurang kesenjangan antar wilayah secara nasional, untuk lingkup yg lebih kecil terjadi kesenjangan perkembangan antar wilayah pulau besar seperti pantai utara dan pantai selatan pulau Jawa dan juga pulau Bali yaitu 89% : 11% terhadap total PDRB Provinsi di Jawa dan Bali. Kesenjangan antar wilayah juga di indikasikan terjadi antar perkembangan wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan yaitu 61,5% : 38,5% terhadap PDRB dan cenderung terus menguntungkan perkotaan dan menguras sumber daya wilayah pedesaan. Kondisi-kondisi ini menyebabkan terjadinya efek pengeringan di pedesaan yg berakibat rendahnya produksi produktifitas pedesaan dan meningkatkan angka jumlah penduduk. Di sisi lain melimpahnya sumber daya di perkotaan tetapi tidak dapat dikelola tetap menyebabkan munculnya angka pengangguran yg tinggi dan pekerja di sektor informal yg terus meningkat di perkotaan akhirnya menyebabkan rendahnya produktifitas perkotaan. Pembangunan dimensi wilayah secara umum sering disebut pembangunan ekonomi regional ke dalam konteks perekonomian makro misalnya pembangunan ekonomi daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Dalam konteks operasional pembangunan berdimensi budaya terkait dengan kegiatan pembangunan yg dilakukan pada kawasan tertentu yg merupakan wilayah pembangunan sering kali kebijakan nasional pembangunan ekonomi yg disepakati sulit mencapai tujuan dan sasaran yg diharapkan pada semua daerah-daerah yg memiliki karakteristik yg berbeda. Saya berharap semoga para peserta Kuliah Tamu hari ini dapat memetik manfaat yg banyak serta akan memperluas wawasan khususnya dalan hal bagaimana menata pembangunan daerah dalam kaitannya untuk mencapai pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui reorientasi pembangunan sehingga konsep pembangunan daerah kedepan dapat lebih terarah dan tidak menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi antar wilayah.
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar dan Yayasan Kota Kita Gaungkan Kolaborasi Kota Berkelanjutan lewat USF ke-11
Jumat, 10 Oktober 2025