Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Kuliah Umum di Unwar Teknologi Biomassa Dukung Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 30 Desember 2016

Card image

UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) Denpasar terus meningkatkan iklim akademik lewat berbagai seminar internasional. Kamis (29/12) kemarin, Fakultas Pertanian (FP) Unwar mengundang dosen senior penelitian dari Villanova University AS Justinus A. Satrio, Ph.D. memberikan kuliah umum soal pertanian. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana sangat bangga bisa mendatangkan peneliti muda asal Indonesia yang dipakai oleh AS. Dia memaparkan tentang teknologi biomassa guna mendukung pertanian secara berkelanjutan (holistik approaches in developing for succesfull commercial utilization for biomass for producing bio based products). Kedatangan Justinus ini membuka pintu bagi Unwar menjajaki kerja sama dengan Villanova University yang sesungguhnya fokus dalam bidang teknik atau engineering. Apalagi Villanova University masih tetangga dengan Maharishi University of Management (MUM) yang sudah diajak kerja sama dengan Unwar. Dekan FP Unwar Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb. menambahkan, kuliah umum ini guna menambah wawasan mahasiswa dan dosen dalam penelitian biomassa. Dikatakan, biomassa adalah potensi masa depan Indonesia. Juga untuk mencari tahu strategi menembus beasiswa S-2 di AS.

Di acara yang dihadiri para wakil rektor dan para dekan itu, Justinus A. Satrio yang ahli dalam teknik kimia mengaku banyak kesempatan meraih beasiswa di AS. Hanya, orang Indonesia tidak mengambil kesempatan tersebut. Dikatakannya, Indonesia sangat potensial dalam biomassa untuk dijadikan berbagai produk unggulan dalam pertanian berkelanjutan. Apalagi penduduk dunia akan selalu meningkat. Sementara SDA dunia semakin banyak dipakai pada negara sedang berkembang, akibatnya kita semakin banyak memerlukan energi. Kebutuhan paling utama negara adalah bahan bakar dan produk pertanian. Pembakaran energi ini akan menghasilkan emisi karbon. Hasil penelitian menunjukkan, dunia menghasilkan 8 miliar ton emisi karbon tiap tahun. Dua miliar ton diserap oleh laut dan 4 miliar ton diserap oleh pohon. Sisaya diserap ke udara atmosfir.

Tahun 2050 akan menghasilkan 16 miliar ton emisi karbon. Untuk itu, perlu upaya mengurangi efek Bari emisi karbon. Dia mencontohkan, dunia memerlukan bensin untuk dunia transportasi sehingga dunia tergantung bahan bakar cair. Sementara efisiensinya masih rendah, 40 persen bisa digunakan, sisanya terbuang. Sementara hanya sedikit yang menggunakan biomassa. Saat ini hampir semua kebutuhan manusia terbuat dari karbon. Sebagian komunitas banyak menggunakan karbon yang terbarukan. Pertanian sebagai salah satu potensi mendukung bio ekonomi. Bio ekonomi ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan sebuah negara. Juga meningkatkan nilai tambah pertanian dan kemajuan ekonomi pedesaan, seperti minyak kedelai diubah menjadi biodesel. & sumber dari bio ekonomi adalah biomassa, di mana sumber energinya dari sinar matahari, tanaman, pertanian atau limbah. Biomassa ini beda dengan sumber lain yakni mampu menjadi bahan bakar, sedangkan teknik lainnya tidak. Biomassa menjadi penting karena sumbernya dari karbon yang terbarukan. Dengan teknik biomassa, kita tak menambah CO2 ke udara. (ad1514)

Bali Post Jumat Wage, 30 Desember 2016