Kuliah Umum FH Universitas Warmadewa Angkat Peran Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu
Selasa, 31 Maret 2026
Denpasar, warmadewa.ac.id - Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar kuliah umum dengan tema “Peranan Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu di Indonesia” pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Auditorium Widya Sabha Uttama. Kegiatan ini terselenggara atas dasar kerja sama antara FH Unwar dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kota Denpasar.
Kuliah umum ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Denpasar, I Putu Hardy Sarjana sebagai pembicara, serta dimoderatori oleh Anak Agung Gede Ananta Wijaya Sahadewa, S.H., M.H.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa, Dr. Ni Made Jaya Senastri, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menumbuhkan suasana akademik di lingkungan kampus, sekaligus memberikan pengalaman akademis kepada mahasiswa.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber yang memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mahasiswa, khususnya dalam memahami praktik pemilu dari perspektif hukum.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam kehidupan demokrasi tidak ada sistem yang sepenuhnya sempurna. Namun demikian, sistem yang baik harus terus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip hukum yang kuat.
“Pemilu merupakan hal yang sangat fundamental dalam negara hukum modern. Pemilu adalah momentum penting bagi rakyat untuk menentukan arah kepemimpinan dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap perkembangan sistem pemilu, terutama di era digital yang menghadirkan berbagai tantangan baru, seperti arus informasi yang cepat, disinformasi, dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam pemaparannya, I Putu Hardy Sarjana menekankan bahwa pengawasan pemilu memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi.
“Pemilu bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya dapat dijaga melalui pengawasan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, melainkan juga seluruh elemen masyarakat. Setiap warga negara memiliki peran dalam memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan transparan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan pengawasan pemilu saat ini semakin kompleks, terutama dengan munculnya disinformasi, hoaks politik, serta manipulasi konten di media digital. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi pengawas partisipatif yang cerdas dan kritis.
“Mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan di ruang akademik, tetapi juga harus menjadi pengawas partisipatif di ruang publik dan digital,” tegasnya.
Selain itu, Bawaslu juga membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa melalui berbagai program, seperti pelatihan, kaderisasi, serta keterlibatan dalam kegiatan pengawasan partisipatif.
Dalam kegiatan ini juga disinggung mengenai inovasi dalam penyelenggaraan pemilu, salah satunya konsep green election atau pemilu ramah lingkungan, yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan dalam setiap tahapan pemilu.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem pemilu, peran lembaga pengawas, serta pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025