Kuliah Umum Unwar oleh Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM RI
Jumat, 30 September 2016
Program Pascasarjana ( PPS ) Unwar memberi penguatan iklim akademis bagi mahasiswa baru. Kamis (29\9) kemarin PPS Unwar mendatangkan Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM RI, Dr. Ir. Muhamad Taufiq,M.Sc. yang memberi kuliah perdana soal ‘’ Peranan Koperasi dan UKM berbasis kearifan lokal menghadapi globalisasi’’. Direktur PPS Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit,M.P., mengungkapkan kuliah perdana kali ini sangat istimewa karena mendatangkan staf ahli Menkop dan UKM. Di tengah perkembangan koperasi yang sangat pesat, namun banyak masalah yang dialami koperasi dari kesalahanan manajemen hingga kebangkrutan. Banyak pihak menggunakan ijin koperasi yang hanya dipakai sebagai kedok untuk kepentingan tertentu. Untuk itu bagaimana sebenarnya koperasi yang benar yakni usaha bersama dimana perekonomian disusun atas dasar kekeluargaan. ‘’Bukan berdasarkan atas kepentingan individu,’’ujarnya.
Dia mengakui perlunya kemitraan dalam membangun koperasi agar mampu menghadapi persaingan global. Ke depan koperasi diharapkan tumbuh secara kualitatif bukan kuantitatif. Muhamad Taufiq mengungkapkan pemerintah saat ini mempermudah ijin pendirian usaha mikro dan menengah di daerah. Bantuan pun dialirkan untuk koperasi dan UMKM. Hanya saja dia menegaskan bantuan tersebut tak boleh diselewengkan menjadikan koperasi sebagai badan usaha milik sendiri dengan praktik rentenir. Jika ini terjadi, dia bisa katakan bantuan koperasi akan meracuni masyarakat. Bantuan pemerintah dipergunakan oknum koperasi untuk praktik rentenir bukan untuk kesejahteraan bersama. Untuk itu diperlukan model pengawasan internal yang memadai serta pentingnya keaktifan dan partisipasi para anggotanya. Dia juga membantah kalau bantuan pemerintah kepada koperasi dan UMKM adalah bantuan gratis, melainkan bantuan yang sifatnya sebagai stimulant karena koperasi harus mandiri lewat modalnya sendiri. Jika bantuan ini dianggap bantuan cuma-cuma, dia juga menyebut sebagai bantuan yang meracuni masyarakat.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti,M.Si., saat menjadi moderator di acara itu menambahkan di masyarakat masih ada stigma koperasi itu selalu kecil dan tak boleh besar. Di Unwar ada koperasi mahasiswa, karyawan dan inkubator bisnis. Untuk itu diperlukan kiat-kiat guna membesarkan koperasi. Muhamad Taufiq sebagai staf ahli bidang produktivitas dan daya saing memaparkan membangun ekonomi mutualisme dengan lima dasar strategi. Strategi tersebut di antaranya memaksimalkan pekerjaan bagi rakyat . Ini artinya tak boleh ada pegangguran di negara kita. Kedua, memaksimalkan fungsi lingkungan hidup untuk memaksimalkan pekerjaan bagi rakyat dan tak menjadi beban bagi yang sudah bekerja.
Ketiga, memaksimalkan sirkulasi uang bagi rakyat. Ini artinya pemerintah menjaga fungsi uang sebagai alat tukar dan alat ukur bukan sebagai komiditas perdagangan. Agar tak melahirkan rakyat miskin, uang harus dialirkan. Keempat yakni memaksimalkan efektivitas perdagangan. Terakhir, memaksimalkan peran kelembagaan ekonomi. Dengan keragamanan budaya bisa bersinergi membangun kekuatan bersama lewat koperasi. Makanya koperasi pada dasarnya adalah usaha bersama untuk memberi nilai tambah bagi perekonomian.
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Jumat, 10 Oktober 2025
Forum Mahasiswa Islam Unwar Gelar PKMM 2025 di Pondok Jaka Sangeh
Kamis, 16 Oktober 2025
Universitas Warmadewa Pimpin Kolaborasi Ilmiah Global Lewat Forum Internasional WUICACE 2025
Jumat, 12 September 2025