Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

MAHASISYA UPANAYANA KE 4 PMHD UNWAR 2018

Jumat, 21 September 2018

Card image

Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa Menyelenggarakan Mahasisya Upanayana dengan tema "Taki Takining Sewaka Guna Widya" pada hari Kamis, 19 September 2018 di Depan Padmasana Kampus Unwar. Acara dihadiri oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Yayasan Dharma Duta Indonesia, Dekan dilingkungan Unwar dan yang mewakili, Para Pemangku di lingkungan Unwar, Pembina PMHD Unwar, Ka. BAAK, Kabag. Kemahasiswaan, Panitia PMHD Unwar, dan Peserta Mahasisya Upayana PMHD Unwar.
 
Ketua PMHD Unwar I Wayan Sastrawan menyampaikan bahwa pelakaksanaan Mahasisya Upanayana kali ini merupakan tahun ke 4 yang diikuti oleh 2.350 Mahasiswa Baru tahun 2018. Rangkaian acara dalam Mahasisya Upanayana diisi dengan pembacaan Sloka Bhagawad Gita, Dharma Wacana, Hiburan, dan Pawintenan serta persembahyangan bersama. Tujuan dari acara ini adalah sebagai penyucian spiritual mahasiswa baru sebelum melaksanakan pendidikan akademik di Unwar. 
 
Selain itu dalam kesempatan ini juga mengajak seluruh mahasiswa baru yang berminat bergabung di Unitas PMHD Unwar. Seperti yang telah dihimbaukan oleh WR III Unwar dalam bidang kemahasiswaan, mahasiswa dituntut memiliki keterampilan khusus sebagai bekal nanti di dunia kerja. Harapanya untuk seluruh mahasiswa baru yang beragama Hindu agar ikut bergabung di Unitas PMHD Unwar. 
 
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengucapkan selamat kepada Unitas PMHD Unwar yang telah menyelenggarakan Mahasiswa Upanayana sekaligus recruitment untuk anggota baru PMHD Unwar. Mahasisya Upanayana sangat penting dilaksanakan sebagai umat beragama untuk untuk pembersihan diri untuk mengawali sebelum dilaksanakan pendidikan akademik perkuliahan. Harapannya tradisi seperti ini terus dilakukan sebagai perwujudan implementasi Sapta Bayu yang pertama yaitu menjujung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Melalui Upanayana, mahasiswa secara spritual dibersihkan agar jasmani mahasiswa siap untuk menyerap ilmu yang akan dipelajari sehingga dapat menghasilkan Outcome yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual namun juga memiliki kecerdasan spiritual. Keseimbangan kecerdasan intelektual dengan spiritual akan menciptakan kecerdasan sosial dengan menjunjung tinggi nilai religius. Ini merupakan prasyarat memasuki tahap baru berupa pendidikan tinggi dalam menerima pengetahuan dari Dosen.
 
Proses transformasi ilmu pengetahuan dari guru ke muridnya dalam Agama Hindu disebut dengan Upanisad. Ilmu yang harus dikuasai dalam pembelajaran ada 2 jenis, yaitu Aparawidya yaitu ilmu pengetahuan intelektual dan Parawidya yaitu ilmu agama spiritual. Dengan keseimbangan ilmu ini diharapkan mahasiswa mampu menciptakan hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam yang masuk ke dalam ajaran Tri Hita Karana.
 
Acara diawali dengan pembacaan Bhagawad Gita Sloka oleh Yayasan Dharma Duta Indonesia. Setelah itu acara dilanjutkan dengan Darma wacana oleh pembina PMHD Unwar Drs. Dewa Putu Sumantra tentang Mahasisya Upanayana dan dilanjutkan dengan Tari Rejang dan Tari Topeng Panca oleh Panitia PMHD setelah itu dilanjutkan dengan Pawintenan dan sembahyang bersama untuk seluruh mahasiswa oleh Ida Pedanda Gede Tegal Jingga.
 
 
Humas BAPPSIK Melaporkan.