Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Pelatihan Metode Pembelajaran Student Centre Learning (SCL) Dan Input Nilai Mahasiswa Secara Online serta Launching Open Journal System (OJS)

Rabu, 07 Maret 2018

Card image

Fakultas Hukum Universitas Warmadewa menyelenggarakan Pelatihan Metode Pembelajaran Student Centre Learning (SCL) Dan Input Nilai Mahasiswa Secara Online serta Launching Open Journal System (OJS) "Sociological Jurisprudence" pada Rabu, 7 Maret 2018 di Ruang Sri Kesari Warmadewa II Lantai 4 Gedung FH Unwar. Acara dihadiri oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Propinsi Bali, Rektor, Dekan dan para Wakil Dekan FH, Ketua OJS, Kaprodi dan Sekprodi Ilmu Hukum FH, Ketua UPM FH, Ketua LAB FH, para Pejabat Struktural dan Dosen di lingkungan Unwar .

Narasumber I : Prof. Dr. I Nyoman Dante's, M.Pd (Dosen UNDIKSHA) dengan materi "Metode Pembelajaran Student Centre Learning".
Narasumber II : I Made Artawan, SE., MM (Kepala BAPPSIK) dengan materi "Pelatihan Input Nilai Secara Online".
Moderator : Dr. I Wayan Rideng, SH., MH (Dosen FH Unwar)

Dekan Fakultas Hukum mengatakan ada dua kegiatan hari ini yang Fakultas Hukum selenggarakan yang dirangkaikan jadi satu kegiatan. Yang pertama yaitu Student Centered Learning dan Input Nilai Secara Online. Yang kedua adalah launching Journal Internasional Sociological Jurisprudence yang baru  digagas dan terbit untuk pertama kalinya. Untuk metode pembelajaran SCL ini memang perintah dari kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku tahun 2016, disitu dijelaskan bahwa dalam surat Rektor bahwa metode pembelajaran dosen itu adalah dengan SCL. “Kami melakukan lolakarya 2016 langsung kemudian dijadikan kurukulum dengan Surat Keputusan Rektor dan didalamnya ada perintah bahwa dosen harus menggunakan SCL, oleh karena itulah hari ini kami melakukan pelatihan itu dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran agar mutu lulusan Unwar khususnya Fakultas Hukum ini jadi lebih meningkat. Dan bagaimana assesmen penilaian daripada dosen terhadap karya-karya mahasiswa itu baik tugas, kuis, maupun ujian akhir ini juga dilakukan dengan sistem online jadi dalam 2 minggu diharapkan dosen itu sudah menyetorkan nilai dengan menginput sendiri bisa dari mana saja, nah itu juga yang akan kami praktekkan sekarang sehingga secara administrasi tidak lagi merepotkan dan mahasiswa juga mendapatkan pelayanan yang lebih cepat melalui handphone dan darimanapun dapat mengakses nilai. Dan ada yang lebih penting lagi adalah dalam rangka meningkatkan karya tulis dosen itu menjadi terpublikasi baik secara nasional maupun internasional dan kami sebenarnya sudah memiliki 4 majalah , yaitu 1. majalah internasional Sociological Jurisprudence, 2. Majalah  Kerta Wicaksana yg OJS Nasional, 3. Majalah Notariil di Notaris itu adalah majalah OJS, dan 4. Majalah Prasada itu adalah majalah S2 Hukum . itu semua kami yang membidangi dan mengembangkan sehingga di FH itu ada 4 majalah yaitu 1 internasional dan 3 nasional dan inilah media bagi dosen untuk menulis-menulis dan berbicara di tingkat nasional maupun internasional kemudian tulisannya harus dipublikasikan, dengan demikian maka seiring dengan pembelajaran ini akan semakin meningkat kualitasnya, dosenpun tambah meningkat kualitasnya”, paparnya.

Rektor Unwar mengatakan seperti sudah diketahui bahwa di Unwar sejak tahun 2016 pendidikannya sudah menggunakan kompeten base curriculum. Jika berbicara tentang kompetensi ada 3 domain : knowledge, skill, dan attitude. Dalam proses pembelajaran konfensional dimana menghandalkan kuliah saja itu kompetensi kurang bisa didekati, oleh karena itu SCL ini sebagai salah satu sistem pembelajaran yang memfokuskan pembelajaran itu kepada mahasiswa. “Dulu kita mendekatkan diri pada Teacher Centered, tetapi sekarang arah kita berbeda. Dosen kita saat ini belum mempunyai pengalaman yang memadai dan hari ini kita mendatangkan pakarnya untuk memberikan wawasan dan latihan tentunya agar mereka benar-benar bisa menjalankan apa yg kita sebut sebagai Student Centered Learning. Harapannya, dengan adanya SCL ini situasi belajar dapat lebih bervariasi dan kompetensi bisa tercapai sebaik mungkin”, imbuhnya.

Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Propinsi Bali berharap Warmadewa harus terdepan dalam hal pemanfaatan sistem dan pola pembelajaran di Universitas. Dan sudah diketahui mahasiswa itu adalah orang dewasa maka proses pembelajaran orang dewasa. Bagaimana proses pembelajaran orang dewasa? Mahasiswa itu adalah teman, mahasiswa itu adalah sahabat sehingga disitulah sebenarnya makna dari SCL yang kita kembangkan di Unwar. Mahasiswa sebagai orang dewasa, mereka bersama-sama diajak untuk melakukan problem solving terhadap setiap mata kuliah yang diajarkan, sehingga merekapun ikut mencari. Karena mahasiswa saat ini sudah lebih pintar karena mereka sudah bisa memanfaatkan teknologi informasi yang luar biasa. Dan kedepan tentu sistem pembelajaran dengan teknologi informasi inilah yang kita kedepankan sehingga dosen-dosen tidak boleh kalah, tidak boleh terlambat, dan tidak boleh tau belakangan. “Oleh karena itu apa yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam rangka merubah pola piker dari jaman “Old” ke jaman “Now”, jadi dosen-dosenpun harus melakukan refresh terhadap pola-pola pembelajaran yang kedepan kita malah akan menyongsong pembelajaran jarak jauh yang nanti akan dikembangkan. Dan jika pembelajaran jarak jauh dikembangkan itu artinya kita sudah harus pasih dengan teknologi informasi dan kita sudah siapkan semuanya, tinggal bagaimana itu dimanfaatkan kembali kepada SDM kita, baik SDM tenaga pendidik maupun SDM non kependidikan dalam rangka memanfaatkan sarana prasarana yang sudah ada”, tegasnya.

Menurut Narasumber Prof. Dr. I Nyoman Dante's, M.Pd, Student Centre Learning lahir pada abad ke-20, yaitu pada saat orang-orang mulai meyakini bahwa pendidikan harus memperhitungkan peserta didik sebagai unsur aktif dalam proses inkuiri, yaitu proses memecahkan masalah yang dihadapinya sendiri. Peran Dosen dalam SCL adalah Bertindak sebagai fassilitator dalam proses pembelajaran, Mengkaji kompetisi mata kuliah yg harus dikuasai mahasiswa pada akhir pembelajaran, Merancang strategi dan lingkungan pembelajaran yg dapat menyediakan beragam pengalaman belajar yg dituntut mata kuliah, Membantu mahasiswa mengakses informasi, menata, dan memprosesnya untuk dimanfaatkan dalam memecahkan permasalahan hidup sehari-hari, dan Mengidentifikasi dan menentukan pola penilaian hasil belajar mahasiswa yg relevant dengan kompetisi yg akan diukur. Sedangkan Peran Mahasiswa dalam SCL adalah Mengkaji kompetisi mata kuliah yg dipaparkan dosen, Mengkaji strategi pembelajaran yg ditawarkan Dosen, Membuat rencana pembelajaran untuk mata kuliah yg diikutinya, dan Belajar secara aktif dalam kelompok maupun individual (dengan cara mendengar, membaca, menulis, diskusi, pemecahan masalah, serta terlibat dalam kegiatan berfikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan mencipta). Narasumber I Made Artawan, SE., MM mengatakan sistem input nilai secara online sangat mudah diakses dari mana saja, mempercepat penginputan nilai, Dosen tidak perlu datang ke kampus, dan mahasiswa bisa lebih cepat dan mudah untuk melihat nilainya.