Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Reguler A ditingkat universitas dan fakultas, Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menggelar PKKMB khusus mahasiswa baru Reguler B Tahun Akademik 2018/2019, Minggu 9 September 2018. Kegiatan PKKMB yang dipusatkan di areal kampus Unwar ini diikuti sebanyak 645 mahasiswa baru dan hanya dilangsungkan selama 1 hari.
Kegiatan PKKMB Reguler B dibuka oleh Wakil Rektor I Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., yang ditandai dengan penyematan tanda peserta PKKMB kepada perwakilan mahasiswa baru Reguler B. Turut hadir dalam acara pembukaan Bendahara Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, WR II, WR III, para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Unwar, Pejabat Struktural di lingkungan Unwar, Seluruh Panitia PKKMB, serta panitia BEM dan DPM Unwar.
Sementara itu, penutupan PKKMB Reguler B ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan penyerahan mahasiswa baru ke masing-masing fakultas.
Materi ceramah yang diberikan hampir sama dengan kegiatan PKKMB Reguler A. Diantaranya, ceramah tentang Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia oleh Wakil Rektor I Unwar, Kewirausahaan oleh Dr. Ni Luh Putu Indiani, SE.,MM., Pengenalan Sistem Berbasis IT di Unwar oleh Kepala BAPPSIK Unwar, I Made Artawan, SE.,MM.
Ketua Panitia PKKMB, Drs. I Wayan Sudemen, M.Si., mengatakan pelaksanaan PKKMB Reguler B tidak jauh berbeda dari pelaksanaan PKKMB Reguler A. Hanya saja waktu pelaksanaannya sedikit berbeda, dimana PKKMB Reguler A tingkat universitas berlangsung selama 3 hari. Sementara, kegiatan PKKMB Reguler B hanya berlangsung selama 1 hari, namun tidak mengurangi makna dan tujuan yang dicapai, yaitu memperkenalkan kehidupan kampus Unwar kepada mahasiswa baru sebelum mengikuti perkuliahan. Sebab, materi yang diberikan sama dengan materi pada kegiatan PKKMB Reguler A.
"Jumlah mahaiswa Reguler B tahun ini cukup meningkat signifikan. Dimana pada tahun lalu berjumlah 533 orang dan tahun ini 645 orang. Meningkat kurang lebih 20,56 persen. Jumlah ini bukan semata-mata peningkatan kuantitas, tetapi ini akibat dari pelayanan terbaik yang kita berikan kepada mahasiswa Reguler B," imbuhnya.
Wakil Rektor I Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., mengatakan kegiatan PKKMB merupakan momentum untuk membuka wawasan mahasiswa baru, bahwa nuansa kehidupan di SMA berbeda dengan nuansa kehidupan di perguruan tinggi. Dimana, pda waktu mereka masih duduk di SMA tuntunan guru lebih mendominasi, sedangkan di perguruan tinggi mahasiswa dituntut lebih mandiri. Oleh karena itu, sangat penting dikenalkan kehidupan akademik kampus beserta segala aturannya kepada mahasiswa baru sebelum mengikuti perkuliahan. Sehingga, mereka paham dan mampu mengikuti perkuliahan dengan baik untuk menghasilkan lulusan terbaik pula.
Selain itu, kegiatan PKKMB juga untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa baru di era globalisasi seperti saat ini. Dimana, dunia sudah semakin sempit dengan adanya kecanggihan teknologi informasi. Sehingga, nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan di dalam diri setiap mahasiswa agar cinta terhadap bangsanya. Di samping juga karakter setiap mahasiswa juga dibangkitkan untuk menghasilkan output dan outcome yang mempunyai karakter Ositif sesuia dengan konsep Sapta Bayu yang merupakan representasi dari Sri Ksari Warmadewa. "Karakter yang positif adalah orang yang kreatif, inovatif dan berorientasi masa depan. Sehingga, menjadi anak bangsa nantinya menjadi pemimpin yang siap membantu masyarakat dimanapun berada untuk bangsa dan negara,"tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa Unwar mempunyai nilai luhur yang khas, yaitu Sapta Bayu yang merupakan ajaran Raja Bali pertama, Sri Ksari Warmadewa yang harus dijadikan pedoman untuk menghasilkan lulusan yang berbeda dengan lulusan universitas lainnya. Apalagi, Unwar mempunyai visi yang luhur ke depannya yang harus dicapai tahap demi tahap. Sehingga, diharapkan peran mahasiswa yang bersinergi dengan seluruh keluarga besar Unwar bersatu padu mewujudkan visi tersebut. "Saya yakin ke depan, dengan tatakelola yang bagus lulusan kita akan bisa bersaing dimanapun. Tidak hanya sebagai pencari kerja tetapi menjadi penyedia lapangan pekerja untuk kesejahteraan masyarakat,"harapnya.