Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Prof. Dr. I Wayan Budiarta, SS.,M.Hum. dan Prof. Dr. Ida Bagus Udayana Putra, SE.,MM. Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Tetap Unwar

Sabtu, 23 Agustus 2025

Card image


Denpasar (warmadewa.ac.id) - Universitas Warmadewa (Unwar) kini terus menambah dosen dengan gelar Profesor (Guru Besar). Dua orang Guru Besar dikukuhkan oleh Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., yaitu, Prof. Dr. I Wayan Budiarta, SS.,M.Hum. (Bidang Ilmu Pragmatik) dan Prof. Dr. Ida Bagus Udayana Putra, SE.,MM. (Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia). Prosesi pengukuhan dilaksanakan di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Jumat (22/8/2025).

Pengukuhan Guru Besar ke-15 dan ke-16 di Unwar ini dihadiri langsung oleh Ketua LLDIKTI Wilayah VIII, Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan, Senat Unwar, Guru Besar Unwar dan Guru Besar undangan dari PT luar Unwar, keluarga dan kerabat, serta para undangan lainnya. Puluhan karangan bunga ucapan selamat berjejer menghiasi kampus Unwar.

Dalam pengukuhan Guru Besar ini, Prof. Budiarta membawakan orasi ilmiah "Kesantunan dalam Dinamika Komunikasi Modern". Sedangkan, Prof. Ida Bagus Udayana membawakan orasi ilmiah "Kepemimpinan Spiritual dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia: Implementasi, Dinamika, dan Tantangan ke Depan".

Atas raihan gelar Guru Besarnya ini, Prof. I Wayan Budiarta dan Prof. Ida Bagus Udayana mengaku bersyukur karena melalui proses dan pengabdian yang panjang di Unwar akhirnya gelar akademik tertinggi bisa diraihnya. Dengan gelarnya ini, mereka pun berkomitmen memajukan Unwar ke depannya untuk mencapai visi dan misi Unwar, yaitu bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034.

Prof. Budiarta mengatakan semenjak diangkat menjadi dosen di tahun 2005, kemudian ditugaskan di luar Bali, kemudian pada tahun 2015 akhirnya bisa ke Unwar. "Jadi di Universitas Warmadewa lah saya mulai meniti peningkatan karir sebagai Lektor Kepala hingga saat ini menjadi seorang Guru Besar. Menjadi seorang Guru Besar tanggung jawab yang ada dalam jabatan itu luar biasa. Tidak hanya mengajar tetapi diluar mengajar yang utama itu adalah penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat," ujar Prof. Budiarta.

Sementara Prof. Ida Bagus Udayana Putra mengungkapkan setelah dirinya menyelesaikan sebagai Wakil Rektor II Unwar,  ia melanjutkan S3 pada usia 55 tahun. Setelah itu, ia pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk meraih Guru Besar. Mulai dari persiapkan penelitian, pengabdian, dan proses pendidikan, sehingga Guru Besar bisa diraihnya.

Rektor Unwar, Prof. Pandit, mengaku bersyukur karena dosen bergelar profesor terus bertambah di Unwar. Dengan demikian, maka kualitas Unwar akan semakin meningkat terutama dalam upaya meningkatkan reputasi lembaga dikancah nasional dan internasional. Ini akan menjadi pemacu untuk mewujudkan visi misi dan tujuan Unwar, yaitu bermutu, berwawasan ekowisata dan berdaya saing tingkat Asia Tenggara tahun 2026 menuju go global 2034. 

"Yang kita tunggu adalah akan segera kita wujudkan program studi doktor (S3) Bidang Manajemen dengan kelahiran seorang Guru Besar di Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Ini menjadi peluang emas bagi Unwar yang saat ini telah terakreditasi Unggul dan lebih 60 persen Prodi telah terakreditasi Unggul, dan ini memberikan kesempatan luar biasa bagi institusi," ujar Prof. Pandit.

Ketua Yayasan Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengaku bangga dan mengucapkan selamat atas dikukuhnyannya Prof. Ida Bagus Udayana dan Prof. I Wayan Budiarta. Dengan bertambahnya Guru Besar di Unwar, diharapkan mampu memberikan vibrasi akademik yang baru untuk kemajuan lembaga. Di samping juga memberikan bimbingan, tuntunan, dan pendampingan kepada junior-juniornya di Unwar.