Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk memperkuat karakter kreativitas, dan inovatif pengelola di Pasraman Lascarya Parama Seva Desa Tianyar, Kubu, Karangasem.

Rabu, 05 Mei 2021

Card image

Dalam rangka  peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Mei, tim pengabdi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB Unwar) menggelar kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian  dengan skema Program Kemitraan Masyarakat  (PKM). Kegiatan dilaksanakan di Aula Pasraman Yayasan Lascarya Parama Sewa, Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, Karangasem, pada hari Rabu, 5 Mei 2021.   Peserta PKM melibatkan pengelola dan staf, guru, sisya-sisya, masyarakat sekitar, serta para dosen FEB Unwar dengan kepakaran masing-masing.

Ketua PKM dan  juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Warmadewa, Dr. I Made Sara, S.E., M.P.  mengatakan, sebagai pendidik civitas akademika FEB Unwar terpanggil untuk ikut peduli mengaplikasikan ilmu pengetahuan terkait ekonomi dalam rangka pengembangan pendidikan. Menurutnya, pendidikan pasraman sangat strategis dalam membantu pemerintah untuk menumbuhkan karakter peserta didik yang baik dan benar. Sehingga, perlu usaha maksimal dari pengelola (manajemen) lembaga pendidikan pasraman ini yang  menyangkut aspek perilaku kewirausahaan,  praktik manajemen operasional, manajemen pemasaran sebagai sarana mengkomunikasikan kegiatan pasraman kepada khalayak masyarakat, maupun praktik tata kelola keuangan  yang berlaku umum sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.

Berbagai kegiatan pengabdian dilakukan, seperti ceramah, tatap muka dan tanya jawab tentang sikap kewirausahaan. Praktek manajerial, seperti menyusun alur operasional kegiatan, manajemen pemasaran untuk mengenalkan dan mengkomunikasikan layanan jasa, praktek tata kelola akuntansi yang berlaku umum (membuat buku kas kecil, buku besar, laporan laba rugi dan neraca pasraman) juga diberikan. Pengelola Pasraman Yayasan Lascarya Parama Sewa, Drs. I Made Putu Kawi Suardana, mengatakan lembaga pendidikan non formal ini telah dibina oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia. Dimana pasraman yang dikelolanya ini memiliki misi meningkatkan pemahaman sisya-sisya tentang nilai-nilai Hindu, dan sisya dapat mengimplementasikan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam berinteraksi sosial, maupun menguatkan karakter kreatif dalam mengelola sumber daya alam yang berkelanjutan di sekitar mereka. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mewujudnya SDM Hindu yang cerdas, komprehensif dalam olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga berlandaskan Tri Kaya Parisudha, Panca Sradha, dan Tri Hita Karana.

Dr.   I Made Sara, S.E., M.P.  selaku ketua tim  menegaskan bahwa dalam upaya menyempurnakan kurikulum pasraman sebagai lembaga pendidikan non-formal, tim pengabdi menyarankan penyusunan kurikulum bermuatan lokal dan spiritual. Seperti, pemahaman kitab suci Weda, seni budaya, dan mejejahitan sarana upacara keagamaan Hindu.  Diharapkan, pasraman mampu mengembangkan secara berkelanjutan keberadaan lembaga, sehingga bisa melahirkan generasi muda yang berkarakter, kreatif, inovatif, dan disiplin berbasis landasan spiritual. Bagi lingkungan sekitar, sinergi akademisi dalam hal ini Universitas Warmadewa dan pasraman   diharapkan dapat menyadarkan generasi muda untuk selalu memanfaatkan peluang, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan jalur non formal dalam rangka meningkatkan keterampilan spiritual dalam upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa.