Puncak Karya di Pura Swagina "Sri Ksari" Universitas Warmadewa
Senin, 15 Oktober 2018
Bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, Civitas Akademika Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan persembahyangan bersama saat puncak karya pedudusan alit di Pura Swagina "Sri Ksari", Sabtu 13 Oktober 2018.
Pada puncak karya tersebut diikuti oleh seluruh pejabat struktural di linngkungan Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali dan pejabat struktural di lingkungan Unwar, Ikatan Wanita Warmadewa (Iwanwar), dosen, staf, mahasiswa dan alumni Unwar.
Saat acara tersebut juga ditampilkan sejumlah tari wali seperti Baris Gede, Topeng Sidakarya, dan Rejang Dewa. Serta tari Rejang Renteng yang dibawakan oleh Iwanwar. Selain itu, juga digelar pengilen pemangku. Ini merupakan keterkaitan Unwar terhadap dua desa yang mengayominya, yakni Desa Adat Sumerta dan Tanjung Bungkak.
Prosesi pujawali di Pura Swagina "Sri Ksari" dipuput Ida Peranda Gede Putra Bajing dari Gria Tegal Jingga, Denpasar.
Saat ditemui disela-sela acara, Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., menyampaikan, Hari Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan ke dunia. Dengan turunnya ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan ilmu tersebut untuk kehidupannya. Di Unwar tradisi ini selalu dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika. Pada Saraswati ini, juga dilakukan ritual terkait pemberian nama pura yang ada di Unwar. "Jadi perayaan Saraswati hari ini merupakan hal yang spesial", terang Rektor Unwar.
Ditambahkannya, Hari Suci Saraswati ini diharapkan memberikan inspirasi bagi seluruh umat, khususnya civitas akademika Unwar, untuk terus membangun diri dengan kecerdasan yang dimiliki masing-masing. Sehingga Unwar yang merupakan salah satu universitas swasta di Indonesia, tetap ajeg dan makin maju. Selain itu, diharapkan pula hikmah Hari Raya Saraswati ini bisa memberikan inspirasi pada seluruh warga Unwar dan agar sadar untuk terus berupaya membangun institusi. “Jadi mudah-mudahan Hari Raya Saraswati ini bisa memberikan kekuatan pada kita untuk terus berbenah diri untuk membangun institusi yang sma-sama kita cintai ini”, tutup Prof. Widjana.
Karya pedudusan alit di Pura Swagina "Sri Ksari" digelar rutin tiap lima tahun. Dimana piodalan di pura ini bertepatan dengan Hari Raya Saraswati. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si.
Diterangkannya, sebelum puncak karya ini, prosesi ritual diawali dengan mecaru Wrespati Kalpa. Pelaksanaan piodalan yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Suci Saraswati ini, diharapkan umat diberikan pencerahan, sinar suci untuk menjalankan swadharma masing-masing, khususnya didunia pendidikan. "Ini bisa dimaknai sebagai suatu proses perubahan dari kegelapan menuju kecerahan. Dan ini juga merupakan suatu proses untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan serta teknologi yang dimiliki, untuk diabdikan bagi peningkatan sumber daya manusia, dan untuk meningkatkan kesejahteraan semua", tutur Ketua YKKPB.
Ketua Panitia Karya di Pura Sri Ksari, Drs. Dewa Putu Sumantra, M.Si., memaparkan rangkaian upacara tersebut. Dimana prosesi telah dimulai dari beberapa hari sebelumnya, seperti ritual mendak atau nuhur tirtha ke sejumlah pura di Bali. Kemudian mecaru Wraspati Kalpa, peresmian prasasti nama Pura Swagina Sri Ksari, dan puncak karya pedudusan alit. "Karya nyejer sampai Banyupinaruh, dan malemnya nyineb", tutup Ketua Panitia Karya.