Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

SEMINAR NASIONAL-TEMU FORUM DOSEN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK 2018

Senin, 20 Agustus 2018

Card image

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Warmadewa (Unwar) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali (Polsek) dan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja (Undiksha) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call For Papers Temu Ilmiah Tahunan Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik (FDASP) 2018  dengan tema "Public Sector Accounting in Digital Era : Road to Public Welfare" yang akan berlangsung selama 2 hari dari Senin-Selasa, 20-21 Agustus 2018 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar.

Acara dihadiri oleh Pemkot/Pemkab se-Bali, Ketua dan Bendahara Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Rektor dan Wakil Rektor II Unwar, Direktur Program Pascasarjana dan Para Dekan Fakultas di lingkungan Unwar, seluruh Akademisi Universitas Negeri Hindu Indonesia, Akademisi Universitas Udayana, Akademisi Universitas Pendidika Ganesha, Akademisi Universitas Mahasaraswati, Akademisi Politeknik Negeri Bali, seluruh Pembicara dan peserta Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik 2018.

Ketua IAI Bali Bapak Wirakusuma mengucapkan selamat kepada para peserta FDASP dalam acara Temu Tahunan yang saat ini sudah yang ke 12 kalinya. Forum ini mulai terbentuk ketika seksi-seksi di SMA berkaitan dengan kelompok-kelompok teman-teman dengan berbagai macam masalah. Ia juga mengucapkan selamat kepada para host pada kesempatan ini Universitas Warmadewa, Universitas Pendidikan Ganesha dan Politeknik Negeri Bali yang atas ketelitian para host ini bisa terselenggara acara ini. Dan dari IAI ia hanya bisa menyampaikan bahwa terbentuknya IAI Wilayah Bali yang saat ini mungkin masih masa transisi yang diikuti oleh pemilihan Ketua yang baru namun dengan department yang ada sesuai dengan hirarki IAI itu belum ada di Wilayah Bali, dan mungkin dalam kepengurusan berikutnya akan membentuk department-department akuntan sesuai dengan keahliannya masing-masing. “Kata kunci dri sebuah informasi adalah kebermanfaatan dari informasi tersebut, yang kalau kita dari akuntansi mungkin sudah familiar dengan kata relevan dan handal akan tetapi ketika dalam pelaksanaannya khususnya di sektor publik sejak Undang-Undang no 22 diterapkan itu memang menyatakan bahwa pentingnya hirarki tersebut bisa terlaksana ketika informasi yang tersaji itu memiliki relevansi dan kehandalan yang tinggi. Siapa? Kita para akuntan yang dalam hal ini harus menjaga kepercayaan kehandalan dan kerelevansian tersebut sehingga tidak terdapat kondisi-kondisi yang asimetris yang kemungkinan akan menimbulkan konflik yang harus dijembatani.”, pungkasnya.

Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp.parK mengatakan Seminar Nasional tentang Akuntasi Sektor Publik ini ia sambut dengan sangat baik karena ada beberapa hal, yang pertama Seminar ini paling tidak diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas kepada para ahli akuntansi karena hal ini penting. Sebuah risalah mengatakan bahwa pada tahun 2017 menurut laporan BPK masih ada kira-kira 1317 laporan dari Kementerian dan Lembaga Negara lainnya yang tidak patuh , masih ada 6,9 %  Kementerian dan Lembaga Negara yang tidak mendapatkan opini dalam pertanggungjawaban atau akuntansi keuangannya jadi itu menunjukkan bahwa sistem akuntansi sektor publik masih menemukan masalah yang cukup besar. Ini memerlukan ahli-ahli akuntansi yang memang kompeten di bidangnya. Beliau berharap Temu Nasional ini paling tidak akan muncul semacam rekomendasi dalam rangka memperbaiki implementasi akuntansi sektor publik itu. Yang kedua, Temu Dosen ahli akuntasi ini juga sangat penting maknanya karena sekarang ini dunia pendidikan tinggi itu mengalami 2 hal yang sangat penting. Pertama masalah kualitas dan kedua masalah aksesibilitas. Kualitas daripada pendidikan tinggi, dilihat dari level kompetitif daripada lulusan masih jauh tertinggal dari Negara-negara di Asia. Jadi oleh karena itu, Dosen sebagai salah satu komponen penting di dalam pendidikan tinggi haruslah dosen-dosen yang berkualitas. Kemudian masalah aksesibilitas, angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia masih sangat rendah hanya 30% itu artinya bahwa dari 100 calon mahasiswa baru yang mendapatkan seat di perguruan tinggi hanya 30 orang. Jadi akses harus ditingkatkan. “Temu Tahunan ini diharapkan mampu memberikan pikiran-pikiran dalam rangka meningkatkan akses ini, perluasan secara fisik suatu perguruan tinggi tentu tidak efisien karena memerlukan sumber daya yang sangat boros.”, imbuhnya.

Materi :Visi Akuntansi Sektor Publik 2030
Pembicara : Prof. Indra Bastian (Universitas Gadjah Mada)
Moderator : Icuk Rangga Bawono (Universitas Jendral Soedirman)

Materi : Perubahan Metode Pengajaran ASP di Era Digitalisasi – Contoh Pengajaran Berbasis Digital
Pembicara : Rudi Suryanto (UMM Yogyakarta)
Materi : Publikasi di Era Digital
Pembicara : Ihyaul Ulum (UMM Malang)
Moderator : Harnovinsah Syahrial (Universitas Mercubuana)

Materi : Kesiapan FDASP Masuk ke Pasar Internasional – Inovasi Produk Penelitian
Pembicara : Irwan Taufik Ritonga
Materi : Sertifikasi ASP Internasional
Pembicara : Johan Arifin (Universitas Islam Indonesia)
Moderator : M. Mahsun

Humas Bappsik Unwar Melaporkan