Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

UNWAR GELAR SEMINAR NASIONAL DAN LOKAKARYA “Kebijakan Strategis Pengelolaan Hutan Desa Wisata Berkelanjutan”

Senin, 17 Desember 2018

Card image

Melalui Lembaga Pengabidan Masyarakat (LPM) Universitas Warmadewa, Unwar menggelar acara Seminar Nasional dan Loka Karya  dengan tema “Kebijakan Strategis Pengelolaan Hutan Desa Wisata Berkelanjutan” bertempat di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa Senin, (17/12/18).
Acara Seminar Nasional dibuka Rektor Universitas Warmadewa, dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Wakil Rektor I Unwar, Para Dekan dan Wakil Dekan dilingkungan Unwar, Para Pejabat Struktural dilingkungan Unwar dan Para dosen Unwar yang hadir.
Dalam Acara Seminar ini sebagai narasumber yakni Penasehat Senior Menteri LHK Bidang Perhutanan Sosial (Dr. Ir. Hadi Daryanto, DEA), Dinas Kehutanan Provinsi Bali (Hesti Sagiri, S.Hst), Kepala LPM Unwar (Dr.Drs. I Wayan Wesna Astara, S.H., M.Hum).

Menurut Ketua Panitia Dr. Ir. Ida Bagus Komang Mahardika, M.Si mengatakan kegiatan semiloka ini bermula dari adanya kebijakan pemerintah saat ini mengenai perhutanan sosial. Menurutnya perhutanan sosial merupakan salah satu kebijkan strategis untuk pengentasan kemiskinan, khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasab hutan. “pemerintah dalam RPJMN 2015-2019 sudah mencanangkan melalui perhutanan sosial yang terdiri dari Hutan kemasyarakatan, Hutan Desa, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan juga Kemitraan Hutan”. Paparnya. Didalam pelaksanaan Permen LHK No. P.83/2016 tentang perhutanan sosial menurutnya diperlukan kelompok kerja percepatan perhutanan sosial untuk membantu dan mengawal pelaksanaan perhutanan sosial agar tepat sasaran. “ Untuk percepatan pencapaian alokasi perhutanan sosial, ditahun 2018 ditargetkan pemberian akses legal perhutanan sosial dapat mencapai 2 juta hektar. Dan terhadap areal yang sudah diterbitkan ijinnya perlu difasilitasi pengembangan usahanya. Universitas Warmadewa melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat saat ini sudah memulai mengambil inisiatif untuk bekerjasama dengan Lembaga terkait. Mulai dari pihak kementerian sampai kelompok PPS di tingkat Desa:. Tuturnya.

Adapun tujuan dari kegiatan seminar ini adalah melaksanakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Menginformasikan hasil penelitian dosen dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat unwar, melakukan upaya-upaya sinkronisasi model kegiatan Lembaga pengabdian masyarakat unwar dengan rencana kerja pemerintah. Dan hasil yang diharapakan dari kegiatan ini yakni, dapat membantu pemerintah mengkaji dan menganalisis dokumen kerja Pokja PPS Provinsi Bali, adanya sinkronisasi rencana kerja dan program kegiatan akademik, adanya tim terpadu anatara Lembaga akademik dan Lembaga pemerintah dalam kegiatan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, dan adanya program kegiatan akademik yang bias dimasukan ke dalam rencana Pokja PPS Prov. Bali.

Sementara Itu Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP & E Sp.Park mengatakan Semiloka kehutanan ini selaras dengan visi Unwar yaitu bermutu, berwawasan ekowisata dan mampu bersaing global. "Nah kenapa kita gunakan ekowisata ini karena dengan pariwisata konvensional itu ternyata merusak lingkungan secara luas termasuk hutan. Dan kondisi hutan kita sangat memperhatikan karena yang namanya deforestasi, perusakan hutan di Indonesia nomor dua setelah Brazil," tuturnya Senin (17/12) di kampus setempat. Karena kondisi hutan yang rusak tersebut, tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan negara secara optimal. Hal tersebut mengindikasikan tata kelola hutan kita masih kurang baik. "Masalah hutan itu masalah yang multi dimensional, multi kompleks dan complicated. Jadi diperlukan tangan - tangan SDM yang cerdas untuk bisa mengelola hutan, dengan semiloka yang menghadirkan narasumber yang ahli di bidang kehutanan, lingkungan hidup dan sebagainya, saya berharap akan dihasilkan rekomendasi yang benar - benar bisa menukik, efisien dan efektif terkait dengan pengelolaan kehutanan," tandasnya. Per tahun Indonesia kehilangan 8.600 hektar hutan akibat perambahan, alih fungsi dan kebakaran, akibat buruknya tata kelola kehutanan.


Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si Beri apresiasi terhadap LPM ( lembaga pengabdian masyarakat) Unwar yang sudah melaksanakan lokakarya hari ini tentang strategi pengelolaan hutan desa di Bali. Kita tahu salah satu kekuatan Bali adalah hutannya disamping juga laut dan pesona alam lainnya. Oleh karenanya harus ada terobosan bagaimana mengelola hutan desa, yang memiliki tiga fungsi utama yaitu lingkungan, adat dan tradisi, serta fungsi ekonomis. Ketika ketiga fungsi ini kita optimalkan akan menjadi kekuatan ekonomi baru. Unwar adalah salah satu PTS ( Perguruan Tinggi Swasta) yang masuk Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides), ikut mendukung program Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan satu - satunya PT yang mengantongi izin untuk mengelola dan atau melakukan pendampingan untuk mengelola hutan desa. Lokakarya ini saya harapkan dapat menghasilkan rumusan yang baik, strategis yang baik dan setelah lokakarya ini Unwar sedah memiliki beberapa titik - titik yang bisa dijadikan desa binaan, sehingga nantinya hasilnya kecil tapi terlihat dan memberikan manfaat. Salah satu yang akan kita sasar adalah desa Wanagiri kabupaten Buleleng. Desa ini memiliki hutan desa sekitar 250 hektar, yang didalamnya ada air terjun dan sebagainya yang bilang dikelola dengan baik akan bisa memberikan vibrasi baru terhadap geliat perekonomian baru terhadap ekonomi kerakyatan dan juga pelestarian lingkungan yang bisa memberikan kemaslahatan bagi perekonomian Bali.

Humas Bappsik Unwar Melaporkan