Unwar Kirim 1.532 Mahasiswa KKN Terbanyak di Kalangan PTS Bali pada Program Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026
Rabu, 15 Juli 2026
Unwar Kirim 1.532 Mahasiswa KKN
Terbanyak di Kalangan PTS Bali pada Program Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026
Universitas Warmadewa (Unwar) menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah peserta terbanyak dalam Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026 yang diluncurkan Gubernur Bali, Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Rabu (15/7) malam.
Program yang diikuti 38 perguruan tinggi di Bali itu dihadiri Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta lebih dari 12.000 mahasiswa.
Dalam program tersebut, Unwar mengirimkan sebanyak 1.532 mahasiswa sehingga menjadi perguruan tinggi ketiga dengan peserta terbanyak se-Bali sekaligus menjadi perguruan tinggi swasta dengan jumlah peserta terbesar.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., mengatakan peluncuran program ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya seluruh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi di Bali dilepas secara bersama-sama oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
“Hari ini merupakan aktivitas akademik mahasiswa yang terkait dengan kuliah kerja nyata. Seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta dilepas oleh Bapak Gubernur Bali di Art Center. Ini merupakan pelepasan yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa Unwar yang diberangkatkan berasal dari berbagai fakultas dan mengikuti beragam skema KKN. Mulai dari KKN Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Reguler, KKN Literasi dan Inklusi Keuangan (LIK), KKN Lingkungan Hidup (LH), hingga KKN Nasional. Seluruh mahasiswa juga didampingi Dosen Pembimbing Lapangan serta jajaran Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Menurutnya, pelepasan secara langsung oleh Gubernur Bali memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa.
“Dengan KKN yang dilepas langsung oleh Bapak Gubernur Bali, kami berharap seluruh aktivitas mahasiswa di desa dapat berjalan lancar karena mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kepala desa, dan seluruh perangkat desa,” katanya.
Prof. Pandit menilai antusiasme ribuan mahasiswa dan dosen yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra menunjukkan besarnya komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan melalui pengabdian masyarakat.
Ia pun berpesan agar seluruh mahasiswa Unwar menjaga nama baik almamater, menjalin koordinasi dengan kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat setempat selama menjalankan program pengabdian.
“Kami berharap mahasiswa Unwar mampu memberikan kontribusi nyata, bermanfaat bagi masyarakat desa, sekaligus menjaga nama baik Universitas Warmadewa selama melaksanakan KKN,” tegasnya.
Untuk pelaksanaan KKN tahun ini, diungkapkan mahasiswa Unwar ditempatkan di sekitar 67 desa yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Bali. Selain itu, Unwar juga mengirim mahasiswa dalam program KKN Nasional bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Gunungkidul, Yogyakarta dan Karangasem, Bali serta bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat di Kabupaten Kupang dan Manggarai Barat.
Masa pengabdian mahasiswa berlangsung selama 6 minggu, dan diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan kembali ke kampus dalam keadaan sehat serta tanpa mengalami kendala selama berada di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Gubernur Koster menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, pelaksanaan program tidak boleh dipandang hanya sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau pemenuhan kewajiban akademik semata. Menurutnya, kekuatan intelektual akan menjadi modal besar dalam membantu masyarakat desa menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Ia berpesan agar mahasiswa hadir sebagai pembelajar yang rendah hati, mampu mendengar dan bekerja sama dengan masyarakat, menjadi problem solver melalui penerapan ilmu pengetahuan, melahirkan berbagai inovasi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, serta menjadi calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan memiliki semangat gotong royong.
Jumat, 10 Oktober 2025
Forum Mahasiswa Islam Unwar Gelar PKMM 2025 di Pondok Jaka Sangeh
Kamis, 16 Oktober 2025
Universitas Warmadewa Pimpin Kolaborasi Ilmiah Global Lewat Forum Internasional WUICACE 2025
Jumat, 12 September 2025
FH Unwar Yudisium ke-80: Lahirkan 149 Sarjana Hukum
Selasa, 09 September 2025