Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Unwar Telurkan Guru Besar ke-14 Prof. Dr. Drs. I Wayan Wesna Astara, SH., MH., M.Hum.,

Senin, 31 Januari 2022

Card image

Universitas Warmadewa (Unwar) berhasil menelorkan 14 orang guru besar. Setelah Dr. Drs. I Wayan Wesna Astrana, SH., MH., M.Hum., sukses menuntaskan proses guru besarnya. Kini, akademisi Unwar ini berhak menyandang gelar profesor.  Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Drs. I Wayan Wesna Astrana, SH., MH., M.Hum.,  dilaksanakan di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar Senin (31/1/22) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Setelah Prof. Wesna melengkapi koleksi guru besar Unwar seharusnya, Unwar memiliki 14 guru besar. Namun belum lama ini Prof. Irianto telah berpulang, sehingga tersisa 13 orang guru besar. Prof. Wesna tercatat sebagai guru besar bidang Ilmu Hukum ke dua di Fakultas Hukum Unwar.  Gelar guru besar tentunya menjadi mimpi semua dosen, sebagai pucak pendakian akademis. Namun, untuk mencapai  ke jenjang itu, tidak mudah. Butuh kerja keras super ekstra untuk mewujudkannya. Selain menjalankan profesi sebagai dosen ilmu hukum, Wesna juga dikenal sebagai lawyer atau pengacara di Bali. Ia konsen membela masyarakat kurang mampu terutama di pedesaan. Ia juga seorang Kertha Desa yang menjalankan fungsi mediasi warga yang bersengketa, umumnya masalah perceraian. Untuk meraih gelar Profesor, Wesna berbagi tips-tips bagi para akademisi yang sedang berjuang. Salah satu kuncinya yakni membangun relasi seluas-luasnya dengan akademisi lain yang lebih berpengalaman dari berbagai perguruan tinggi. Sementara pada orasi ilmiah guru besarnya, Wesna mengangkat topik "Pertarungan Politik Budaya dan Politik Hukum dalam Pengelolaan Ekowisata berbasis Kearifan Lokal: Sebuah Refleksi".

Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., mengucapkan selamat kepada Prof. Wesna yang telah berjuang dengan sangat gigih untuk meraih gelar guru besar. Ia berharap Prof. Wesna akan memberikan prestasi gemilang bagi Unwar setelah menjadi guru besar.  Ia mengatakan Unwar mendapatkan kado tahun baru, dengan bertambahnya satu orang guru besar ini yang akan dikukuhkan lusa (Senin 31 Januari 2022, red). Namun demikian, ia merasa pesimis dalam waktu dekat ini Unwar akan mampu memenuhi quota guru besar yang ditetapkan secara nasional. Karena meski telah memiliki 13 guru besar, ia mengaku masih jauh dari standar nasional.

Sementara Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali (YKKPB), Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengapresiasi Prof. Wesna yang telah berhasil meraih gelar guru besar.  Wisnumurti yakin ke depan akan lebih banyak lagi dosen Unwar meraih gelar guru besar. Pada 2022- 2023 ia harapkan lebih banyak lagi guru besar yang bisa dilahirkan dan pihaknya punya keyakinan itu bisa diraih. Karena dosen di Unwar, 60 persen sudah bergelar doktor, kemudian dari doktor ke lektor kepala dan guru besar, ini kemungkinan besar akan bisa diraih.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., ia mengatakan guru besar harus menjadi individu progresif dan menjadi contoh. Menjadi guru besar juga diharapkan menjadi motivasi untuk berbagi, berbuat, membaca serta selalu beradaptasi. "Profesor harus menjadi contoh," ungkapnya.