Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Unwar Terima Hibah Alat Penelitian dari ITS

Selasa, 07 Mei 2024

Card image

Universitas Warmadewa (warmadewa.ac.id) menerima hibah alat penelitian dari Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendukung data pelayaran di Indonesia khususnya Provinsi Bali yang diserahkan langsung Kepala PUI Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut ITS, Dr. Eng. Ir. Dhimas Widhi Handani, ST, MSc yang didampingi Kepala Laboratorium Reliability, Availability, Management and Safety ITS, Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST, MSC kepada Rektor Unwar Prof. Dr. Ir I Gede Suranaya Pandit pada Selasa (7/5/2024) di Unwar.

 

Prof. Pandit menyambut baik pemberian alat penelitian ini yang dapat menunjang Tridharma Perguruan Tinggi khususnya penelitian. Diharapkan alat tersebut dapat bermanfaat untuk semua elemen masyarakat terutama stakeholder terkait pengumpulan data lalu lintas pelayaran. Pihaknya menyatakan kesiapannya dalam memberikan laporan riset yang nantinya dikerjakan lintas disiplin ilmu sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab. Tentunya hasil riset tersebut diharapkan memiliki publikasi internasional bereputasi sesuai dengan Visi Unwar Go Global tahun 2034.

 

Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST, MSc., menegaskan alat yang dihibahkan kepada Unwar ini dapat menjadi dasar monitoring konsumsi bahan bakar kapal, data pergerakan kapal, dan menghitung jumlah emisi karbon."Data yang nanti didapatkan akan digabungkan dengan data lingkungan sehingga peta penyebaran karbon ini dipetakan. Dengan trafic pelayaran ini kita bisa mengetahui Sanur, Benoa, dan Nusa Dua bisa terkena dampak apa," jelasnya.

 

Dengan memanfaatkan alat tersebut, Unwar dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah untuk memetakan area terumbu karang di Nusa Penida yang terlindungi secara digital."Kalau ada kapal masuk sebelum jatuhkan jangkar bisa kita deteksi lebih awal. Saya pribadi ingin bekerjasasama dengan peneliti di Unwar karena bidang kami hanya kapal sementara tantangan banyak sekali terkait dengan ekonomi, illegal fishing, batas wilyah dan banyak lagi, ini memerlukan lintas disiplin agar diskusi bisa terjadi dan banyak produk yang jadi solusi bagi masyarakat," pungkasnya. [dd]