Unwar Wajibkan Doktor Jadi "Reviewer" Penelitian dan Pengabdian
Kamis, 29 Desember 2016
UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar dan Yayasan Kesejahteran Korpri Provinsi Bali terus memberi penguatan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. capai Hal ini dilakukan untuk target 2017, Unwar mengadakan pelatihan sertifikasi reviewer penelitian dan pengabdian masyarakat yang dipusatkan di Gedung Widya Sabha Uttama Kantor Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali. Agenda ini untuk menghasilkan dosen yang mampu menjadi konsultan dan pembimbing penelitian di tingkat fakultas dan universitas. Pada pelatihan kemarin menampilkan narasumber dari Dikti, masing-masing Dr. drh. Wisnu Nurcaliyo (UGM) dan Dr. I Ketut Suardiana, M.Si,. (Unud). WR I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. mengungkapkan perlunya peningkatkan kinerja para dosen untuk bisa mencapai status madya. SDM penelitian, kata dia, menjadi penting khususnya tenaga kependidikan. Juga diperlukan publikasi ilmiah atau menjadi pemakalah di luar negeri.
Dan segi SDM. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. terus memotivasi dosen Unwar untuk bersemangat dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk bisa mencapai target madya pada 2017, dia bahkan mewajibkan semua doktor (53 orang) dan dosen senior untuk menjadi reviewer di tingkat fakultas. Mereka ini diharapkan membawa perbaikan dan menjadi pembimbing bagi dosen untuk memenangkan dana hibah penelitian dan pengabdian masyarakat sehingga para dosen tak mengalami hambatan teknis. Para doktor ini diharapkan banyak memberi pengaruh bukan dipengaruhi. Pelatihan reviewer ini, kata dia, sebagai langkah awal untuk mencapai target madya. Apalagi Lemlit dan LPM Unwar barusan diberikan fasilitas mobil operasional. Jika universitas lain mampu meraih predikat madya dan utama, mengapa Unwar tak mampu. Ini artinya, Unwar kalah dalam pelaporan database, publikasi dan koordinasi. Agar tak kalah lagi, mulai 2017, Lemlit dan LPM Unwar harus memiliki tenaga kependidikan yang khusus mengurus penelitian dan pengabdian masyarakat. Dia menambahkan, Yayasan akan melakukan penguatan kelembagaan. Mulai 2017, Lemlit dan LPM Unwar dijadikan lembaga strategis. Makanya, konsekuensinya lembaga ini harus diperkuat baik dari segi anggaran maupun
SDM-nya. Wisnumurti yang juga mantan Ketua KPUD Bali ini mengakui untuk merangsang dosen Unwar meneliti, yayasan dan Unwar sudah berbuat maksimal. Tiap penelitian dosen yang memenangkan dana hibah Dikti diberikan insentif Rp 10 juta. Tiap tahun yayasan menyiapkan anggaran beasiswa S-3 bagi 10 dosen. Sedangkan dosen yang tulisannya dimuat di jurnal internasional juag diberikan berbagai dana insentif. Kini tinggal kemauan dosen untuk menggairahkan penelitiannya. Caranya mengubah budaya mengajar menjadi budaya meneliti dan pengabdian masyarakat. Mengajak dosen menjadi kaya dengan memenangkan penelitian. (ad1466)
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Jumat, 10 Oktober 2025
Forum Mahasiswa Islam Unwar Gelar PKMM 2025 di Pondok Jaka Sangeh
Kamis, 16 Oktober 2025
Universitas Warmadewa Pimpin Kolaborasi Ilmiah Global Lewat Forum Internasional WUICACE 2025
Jumat, 12 September 2025