Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

(WaRC) Universitas Warmadewa presentasi untuk hasil penelitian tentang Evaluasi Penyelenggaraan PKB ke 41 Tahun 2019

Sabtu, 13 Juli 2019

Card image

Tim Warmadewa Research Centre (WaRC) Universitas Warmadewa presentasi untuk hasil penelitian tentang Evaluasi Penyelenggaraan PKB ke 41 Tahun 2019 dengan Gubernur Bali di Gedung Jaya Sabha pada hari Kamis, 11 Juli 2019. Tim WaRC yang didampingi oleh Ketua Yayasan Kesajahteraan Korpri Proponsi Bali yang sekaligus menjabat Staf Ahli Gubernur diterima langsung oleh Gubernur Bali dan Kadis. Kebudayaan Prov. Bali.

Dalam pemaparannya, Tim WaRC Unwar menyampakan bahwa Penelitian yang dilakukan ini kepada 320 peserta stand PKB yang totalnya sebanyak 328 peserta stand dengan jumlah responden sebanyak 1014 responden. Penelitian yang dilakukan oleh tim membahas tentang beberapa aspek antara lain :
1. Lingkungan tentang kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan dekorasi.
2.Tata kelola tentang kepuasan terhadap stamd pameran, ketepatan jadwal pentas, serta variasi kesenian.
3. Nilai Ekonomi tentang kualitas produk dan harga jualnya.
4. Persepsi kepuasan seniman, waktu dan jadwal pementasan.
5. Persepsi kepuasan pengunjung, jangkuan tempat parkir, pertunjukan dan pameran.
6. Persepsi kepuasan peserta pameran.
7. Rekomendasi dan rencana jangka panjang untuk pelaksanaan PKB.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah kesuksesan dalam pelaksanaan PKB sangat tergantung pada persepsi pada pelaku yang terlibat didalamnya. Dalam evaluasi ini, persepsi diukur dengan melakukan wawancara terhadap pengunjung, pelaku seni, dan peserta pameran. Persepsi diukur dengan membandingkan pada pelaksananaan di tahun sebelumnya, sehingga responden yang dipilih merupakan pengunjung yang berkunjung pada PKB tahun lalu. Hasil pengukuran terhadap persepsi pengunjung, pelaku senin, dan peserta pameran menunjukan pelaksanaan PKB ke 41 tahun 2019 ini lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kurang dari ¼ pelaku kegiatan memberikan komentar atau persepsi yang kurang baik terhadap penyelenggaran PKB tahun ini. Hal ini kontras dengan 78% responden yang memberikan apresiasi baik terhadap PKB tahun ini. Dengan demikian, sesuai hasil evaluasi yang dilakukan terhadap penyelenggaraan PKB tahun ini, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Prov. Bali dalam penyelanggaran PKB ke 41 tahun 2019 sangat diapresiasi oleh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebur Gubernur Wayan Koster memberikan apresiasi yang besar kepada tim WaRC atas penelitian yang telah dibuatnya. Hasil penelitian ini sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan PKB di tahun depan. Beberapa kebijakan Gubernur Bali dalam pelaksanaan PKB seperti gratis stand dalam PKB tahun ini memang sangat meningkatkan motivasi para penjual produk lokal Bali. Dalam pemaparan hasil presentasi ini, berbagai masyarakat menunjukan kepuasannya terhadap pelaksanaan PKB tahun ini mulai dari dekorasi dan tata panggung, kebersihan, seniman, pertunjukan, jumlah stand yang meningkat, sehingga secara tidak langsung meningkatkan jumlah kunjungan di PKB tahun ini. Masih banyak penelitian-penelitian yang mampu dilakukan oleh tim WaRC sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan PKB tahun depan.

Untuk berikutnya Tim WaRC diminta melakukan penelitian dalam mendapatkan data tentang omset/pendapatan yang diperoleh oleh masing-masing stan di PKB tahun ini. Sehingga nantinya data ini dapat menjadi acuan untuk mengetahui perputaran ekonomi yang terjadi selama PKB ini. Selain itu hal yang penting menjadi riset adalah tentang arus lalu lintas saat PKB, kemacetan yang ditimbulkan, dan pendapatan pendududk di sekitar areal PKB. Sehingga dengan beberapa data ini, Pemerintah Provinsi menjadi tahu berbagai dampak dalam pelaksanaan PKB baik bagi pemilik stand, pengunjung, seniman pertunjukan, dan masyarakat sekitar.

Selain itu, salah satu penelitian yang dianggap penting demi memajukan produksi local adalah tentang penggunaan/penjualan produl lokal di Bali. Penggunaan produk lokal ini setidaknya agar bahan dasar yang digunakan dalam proses pembutannya berasal dari masyarakat lokal sendiri. Jadi seluruh produl lokal seperti songket, endek, dan lain-lainya dalam proses pembuatannya menggunakan bahan dasar yang diproduksi oleh masyarakat Bali sendiri. Dari hasil observasi Gubernur dari beberapa stand kain di PKB, sebagain besar bahan dasar seperti benang masih diproleh dari China dan bahan sutra diproleh dari India. Inilah menjadi tugas kedepannya untuk mendayagunakan masyarakat Bali sendiri untuk menghasilkan produk-produk bahan dasar langsung dari masyarakat bali. Sehingga segala produk yang dipakai berasal langsung dari masyarakat Bali.

Secara Umum, Gubernur Bali menyampaikan belum sangat puas dengan pelaksanaan PKB tahun ini. Walaupun sesuai hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan dalam pelaksanaan PKB sebelumnya, masih ada beberapa yang harus diperbaiki dan disempurnakan. Kedepan pelaksanaan PKB akan melibatkan seluruh stakeholder mulai dari pemerintahan, lembaga pendidikan, dan seluruh masyarakat Bali. Sehingga PKB ini menjadi suatu event kesenian terbaik. Segala hasil riset tentang pelaksanaan PKB ini nantinya akan menjadi laporan Gubernur Bali tentang pelaksanan kegiatan PKB. Sehingga laporan yang disampaiakan dalam penutupan merupakan data nyata tanpa adanya rekayasa.

Humas BAPPSIK Melaporkan