WIA Unwar Gelar Penyusunan Buku Studi Kasus dan Pembentukan Pusat Studi
Sabtu, 10 Desember 2022
Warmadewa International Affairs Universitas Warmadewa menggelar kegiatan Penyusunan Buku Studi Kasus sekaligus persiapan pembentukan Pusat Studi bagi peneliti Unwar di Prama Sanur Beach Bali Hotel, Sabtu (10/12/22). Topik Penyusunan Buku Studi Kasus Unwar dan Pembentukan Pusat Studi dibahas secara bergilir oleh dosen dari masing-masing perwakilan fakultas dan sekolah vokasi di Unwar sebagai Tim Penyusun Buku Studi Kasus.
Ketua WIA Unwar, Drs. I Ketut Putra Erawan, MA.,Ph.D., mengatakan bahwa penyusunan buku studi kasus ini dibuat sebagai pegangan bagi para akademisi Unwar agar dalam membuat tulisan penelitian fokus menggunakan metodologi studi kasus karena berdasarkan review proposal yang masuk di Unwar, sebagian besar penulis akademisi Unwar menggunakan metodologi studi kasus. Namun, banyak yang belum begitu paham tentang metode studi kasus, begitu juga dengan rujukannya. Hal ini karena belum ada sumber yang bisa dijadikan standarisasi dalam penulisan yang menggunakan metodologi studi kasus bahkan buku-buku metodologi yang ada belum cukup untuk digunakan sebagai pegangan dalam penulisan dengan menggunakan metode studi kasus. Standarisasi metode studi kasus penting disusun di Unwar dengan memadukan standarisasi buku-buku penelitian internasional yang baik. “Bahkan kita tidak hanya mengenalkan standar yang umum, kita akan mengkhusus juga ke fakultas dan ke program studi. Jadi nanti kita akan punya satu templete analisa studi kasus untuk kedokteran, hukum, dan lainnya di Universitas Warmadewa,” ujar Putra Erawan.
Lebih lanjut, Putra Erawan mengatakan bahwa dalam buku studi kasus yang disusun ini masih jauh dari kata sempurna. Namun, ke depan akan terus disempurnakan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dalam metode penelitian studi kasus sehingga masing-masing fakultas di Unwar agar merenungkan lebih dalam tentang metode yang bisa digunakan dikembangkan dalam penelitian di masing-masing bidang ilmu dan bisa mewarnai berbagai hasil penelitian, tidak hanya dalam ruang lingkup Bali namun juga nasional. Terkait pembentukan studi kasus di Unwar, Putra Erawan mengakui bahwa pusat studi sangat penting untuk memungkinkan para akademisi melakukan fokus kepada topik-topik kini dan masa depan sebab, topik-topik inilah yang membuat dunia internasional mau bekerjasama dengan kontribusi yang sama dan terjalin kolaborasi dalam penulisan hasil penelitian. Ada 2 pusat studi yang akan dibangun, yaitu International Climate Change Centre dan International Development. “Hari ini saya coba latih teman-teman untuk memahami Pusat Studi International Climate Change dan International Development baik produknya, hubungannya dengan kampus, pembagian tugas dan akses ke sana. Jadi, dua pusat studi ini akan mengubah Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampus yang mana kurikulum akan tajam pada kasus komparatif internasional. Riset akan mulai bernuansa standar internasional, sehingga kalau tahun 2034 kita mau go global, ini jalan atau jembatan yang harus dibuat,” tandasnya. [dd]
Jumat, 29 Agustus 2025
PKKMB Unwar 2025/2026 Resmi Dibuka, 3.514 Mahasiswa Baru Bergabung
Minggu, 31 Agustus 2025
Unwar Gelar PKKMB Reguler B, Fasilitasi Kuliah untuk Masyarakat yang Sudah Bekerja
Sabtu, 30 Agustus 2025
Unwar Gelar Workshop Penilaian Berbasis CPL untuk Dukung Kurikulum OBE
Kamis, 28 Agustus 2025
FH Unwar Gelar Semnas Reformasi KUHP Bersama Akademisi dan Praktisi Hukum
Kamis, 28 Agustus 2025