Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Yudisium Sarjana LXV Fakultas Pertanian Unwar

Jumat, 21 Mei 2021

Card image

Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar upacara Yudisium Sarjana LXV Periode II Tahun 2021 di Ruang Kuliah 111 FP Unwar pada Jumat, 21 Mei 2021. Pelaksanaan upacara yudisium kali ini dilaksanakan secara offline dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Sebanyak 10 orang yudisiawan yang terdiri dari 3 orang dari Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, 4 orang dari Prodi Peternakan dan 3 orang dari Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dilepas langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Unwar, Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb., didampingi para wakil Dekan. Mahasiswa dengan Lulusan Terbaik diraih oleh Rosito Da Costa Freitas  dengan IPK 3,59 predikat Dengan Pujian.

Dekan Fakultas Pertanian Unwar, Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb., mengatakan bahwa dalam perspektif akademik, Yudisium bermakna pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang dianggap telah memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi. Kegiatan Yudisium ini dapat menjadi indikator bahwa para mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan jenjang Strata 1 (Sarjana), sehingga berhak menyandang Gelar Sarjana sesuai dengan bidang ilmu prodinya masing-masing.

“Kita telah memasuki yang namanya era disrupsi, yakni era terjadinya perubahan yang mendasar pada berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Digitalisasi di berbagai bidang memudahkan mahasiswa menggali pengetahuan, belajar ilmu pengetahuan dengan mudah tanpa melibatkan dosen/pendidik ataupun orangtua. Hal ini sangat membantu pemahaman mahasiswa dalam bidang kognitif dan keterampilannya. Namun, dalam bidang afektif mahasiswa, peran dosen/pendidik tidak dapat digantikan dengan kecanggihan teknologi apapun. Kepribadian seorang dosen/pendidik yang baik sebagai teladan bagi mahasiswa sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter terbaik dari mahasiswa. Fungsi dosen/pendidik di era disrupsi berbeda dari dosen/pendidik pada era sebelumnya, yaitu bergeser kepada fungsi penanaman nilai-nilai etika, karakter, kebijaksanaan, pengalaman, dan empati sosial, karena fungsi tersebut tidak mungkin tergantikan oleh mesin. Terdapat revolusi peran dosen/pendidik yang semula sebagai sumber belajar atau pemberi pengetahuan, kini harus mampu menjadi mentor, fasilitator, motivator, dan inspirator dalam mengembangkan imajinasi, kreativitas, karakter, serta tim kerja pada generasi muda yang dibutuhkan di masa depan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, oleh karena tantangan era disrupsi ini, FP Unwar memiliki tanggung jawab besar agar mahasiswa mampu berdaya saing global sesuai amanah Visi FP Unwar untuk menjadikan lulusannya di bidang ilmu-ilmu pertanian yang bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034. Oleh karena itu FP Unwar selalu mengupdate berbagai dukungan proses penyelenggaran tidharma PT-nya melalui improvement kapasitas dan jumlah dosen, sarana prasarana pembelajaran, layanan tata kelola kelembagaan, baik yang akademik maupun non akademik, penciptaan suasana akademik yg kondusif, sampai kepada penyesuaian kurikulum yang mengikuti tuntutan stakeholders serta regulasi pemerintah.

“Pada kesempatan ini, saya atas nama pimpinan FP Unwar mengucapkan selamat kepada saudara-saudari yang telah sukses menjadi sarjana di bidang ilmu-ilmu pertanian. Terapkan ilmu yang telah diperoleh pada lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat. Cintailah almamater FP Unwar sebagaimana saudara-saudari mencintai orang tua, suami, istri ataupun pacar. Karena dengan kekuatan cinta dari para alumni yang tersebar di berbagai wilayah adalah menjadi modal dan semangat bagi kami untuk membangun FP Unwar ke arah yang lebih baik, maju dan berkualitas serta berdaya saing,”ucapnya.

Humas Unwar Melaporkan