Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

FISIP Unwar Gelar Kuliah Tamu Internasional dan Seleksi Program Mobilitas Mahasiswa

Senin, 28 September 2026

Card image

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa (Unwar) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui Kuliah Tamu Internasional bersama akademisi dari University of Zagreb, Kroasia, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan dan pembukaan peluang mobilitas mahasiswa melalui program Erasmus Student Mobility. Kuliah tamu diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FISIP Unwar. Sesi pertama menghadirkan Prof. Lidija Eret, Ph.D. yang membawakan materi bertajuk “Rethinking Educational Policy in the Age of Artificial Intelligence.” Dalam pemaparannya, Prof. Lidija membahas pentingnya penyesuaian kebijakan pendidikan dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari etika pemanfaatan AI, transformasi digital dalam pendidikan, hingga kebutuhan penguatan kompetensi mahasiswa untuk menghadapi perubahan di era digital.

Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Hrvoje Cvijanovic yang membawakan materi “The Postliberal Condition and the Changing World Order: Political and Theoretical Perspectives.” Materi tersebut mengangkat pembahasan mengenai perubahan tatanan dunia pasca-liberalisme beserta implikasinya terhadap demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan hubungan internasional.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seleksi Wawancara Erasmus Student Mobility FISIP Universitas Warmadewa–University of Zagreb. Sebanyak lima mahasiswa FISIP Unwar mengikuti proses wawancara sebagai calon peserta program pertukaran mahasiswa internasional. Mahasiswa yang terpilih nantinya berkesempatan mengikuti kegiatan perkuliahan di University of Zagreb. Program tersebut memberikan dukungan berupa uang saku sebesar 800 Euro per bulan, fasilitas asrama, serta tiket pesawat internasional.