Universitas Warmadewa

Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

Call:0361-223858

[email protected]

Rektor Unwar Kukuhkan Prof. Masyeni Sebagai Guru Besar Tetap Ke-20 Unwar

Kamis, 01 Oktober 2026

Card image

Denpasar — warmadewa.ac.id, Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menambah jajaran guru besarnya. Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian Unwar, Prof. Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD., KPTI., FINASIM., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Unwar ke-20. Pengukuhan dilakukan Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., yang dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., dalam upacara pengukuhan Guru Besar di Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Kamis (1/10). Pengukuhan yang juga dihadiri Kepala LLDikti Wilayah VIII, Drs I Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST.,MT., serta tamu undangan lainnya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-42 Unwar.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Masyeni menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Sistem Skoring Prediksi Severe Dengue: Integrasi Parameter Klinis, Laboratorium, dan Biomarker Endotel untuk Menurunkan Angka Kematian Infeksi Dengue.” Kepakarannya berada pada bidang ilmu penyakit dalam, khususnya penyakit trofik dan infeksi.

Prof. Masyeni mengatakan, perjalanan akademiknya di Unwar dimulai sejak 2013. Sejak bergabung, ia memahami bahwa jabatan guru besar merupakan jenjang karier akademik tertinggi bagi seorang dosen. Karena itu, ia berupaya memenuhi berbagai persyaratan melalui pengembangan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jabatan guru besar merupakan jabatan karier yang tertinggi bagi seorang dosen. Namun, jabatan ini bukan akhir dari segalanya, tetapi justru merupakan sebuah permulaan,” ujarnya.

Menurutnya, setelah dikukuhkan sebagai profesor, tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan justru semakin besar. Keilmuan yang dimiliki harus terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi universitas, fakultas, masyarakat, serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Ia menekankan, guru besar juga dituntut menghasilkan penelitian dan inovasi yang dapat menjawab berbagai persoalan masyarakat. Dalam bidang kesehatan, kontribusi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Rektor Unwar Prof. Pandit mengatakan, pengukuhan Prof. Masyeni menjadi kado istimewa bagi Unwar di penghujung Dies Natalis ke-42. Terlebih, Prof. Masyeni merupakan Wakil Rektor I yang juga dikukuhkan sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar.

“Ini merupakan capaian yang luar biasa dan suatu kebanggaan. Di akhir Dies Natalis ke-42, Universitas Warmadewa mendapatkan kado istimewa, yaitu satu orang staf kita sekaligus Wakil Rektor I yang hari ini dikukuhkan sebagai guru besar,” ujarnya.

Prof. Pandit menyebut Prof. Masyeni merupakan Guru Besar Tetap ke-20 di lingkungan Unwar. Dari total sekitar 456 dosen, saat ini sekitar 4,9 persen telah mencapai jabatan akademik guru besar.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Unwar untuk terus meningkatkan jumlah guru besar. Ia menyebut dalam standar akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat unggul, proporsi guru besar menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Karena itu, Unwar terus mendorong para dosen, khususnya yang telah menyelesaikan pendidikan doktor, untuk meningkatkan capaian akademiknya. Luaran penelitian yang signifikan dan publikasi yang sesuai dengan bidang keilmuan, termasuk publikasi pada jurnal terindeks Scopus, dinilai dapat mendukung percepatan pencapaian jabatan akademik guru besar.

Prof. Pandit mengakui proses untuk mencapai jabatan guru besar tidak mudah karena persaingannya semakin ketat. Namun, Unwar siap mendorong para dosennya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan penelitian.

Ia berharap bertambahnya guru besar dapat memperkuat visi Unwar sebagai perguruan tinggi yang bermutu, berwawasan internasional, dan berdaya saing global 2034.

Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian Prof. Masyeni. Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi Unwar sekaligus kado pada peringatan Dies Natalis ke-42.

Ia mengatakan, lahirnya guru besar di bidang kedokteran semakin memperkuat pengembangan ilmu kedokteran di lingkungan Unwar. Pencapaian tersebut juga dinilai menjadi penanda bahwa proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen, khususnya di FKIK Unwar terus berjalan.

Prof. Wisnumurti berharap, dengan raihan jabatan guru besar tersebut, Prof. Masyeni dapat semakin mengembangkan keilmuan di bidang penyakit dalam dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat.

Pengukuhan Prof. Masyeni sekaligus menambah kekuatan akademik Unwar, khususnya dalam bidang kedokteran dan kesehatan. Kepakaran di bidang penyakit tropis dan infeksi yang dimilikinya diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.