Universitas Warmadewa Jadi Tuan Rumah Seminar Kemendag, Dorong Mahasiswa Jadi Motor Penggerak Ekspor Produk UMKM Bali
Senin, 02 November 2026
Denpasar, (warmadewa.ac.id) - Universitas Warmadewa (Unwar) kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan strategis tingkat nasional. Kali ini, Unwar menjadi lokasi pelaksanaan Seminar Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bertema “Membangun Jiwa Wirausaha Generasi Muda: Strategi Mahasiswa dalam Belajar, Eksplorasi, dan Inovasi Usaha di Era Ekonomi Digital dan Perdagangan Global”, yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Senin (2/11/2026).
Seminar ini menjadi momentum untuk memperkenalkan peluang dan potensi ekspor kepada kalangan mahasiswa sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, S.E., M.A.P., Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali Agung Bayu Joni Saputra, serta narasumber dari kalangan akademisi Unwar yakni Dr. Made Setini, S.Kom., M.M.
Hadir pula Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Deden Muhammad FS.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi program pengembangan kewirausahaan sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang ekspor produk UMKM Bali ke pasar global.
Menurutnya, Bali memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk UMKM yang memiliki daya saing untuk dipasarkan ke mancanegara. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak produk lokal yang siap difasilitasi untuk memasuki pasar internasional, baik melalui Singapura, Thailand, maupun Dubai.
“Potensi Bali sangat luar biasa. Melalui sosialisasi ini, harapannya bisa terkumpul berbagai produk UMKM Bali yang siap diekspor ke mancanegara. Peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh generasi muda, termasuk mahasiswa,” ujarnya.
Prof. Pandit menegaskan, Unwar telah memberikan perhatian terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pembelajaran di bangku kuliah maupun fasilitas inkubator bisnis. Keberadaan inkubator bisnis tersebut diharapkan mampu memfasilitasi dan menjembatani mahasiswa yang memiliki minat mengembangkan usaha, mulai dari tahap perintisan hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis mengenai kewirausahaan, tetapi juga memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha dan mempersiapkan produknya agar memiliki peluang menembus pasar ekspor.
Sementara itu, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan yang telah mempercayakan Unwar sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada Komisi VI DPR RI serta seluruh narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa.
Menurut Prof. Wisnumurti, Bali merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekspor, baik dari sektor UMKM, perdagangan, maupun hasil produksi kelautan. Potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha.
Ia menilai seminar ini sejalan dengan program kolaboratif yang dikembangkan Unwar, khususnya dalam memperkenalkan inkubator bisnis kepada mahasiswa sejak awal perkuliahan.
“Mahasiswa tidak hanya kita ajarkan teori di ruang kuliah. Melalui seminar nasional ini, mereka diperkenalkan dengan pola-pola kolaboratif yang harus dibangun, terutama dalam urusan industri, bisnis, dan perdagangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Wisnumurti berharap para pelaku usaha dapat turut memberikan praktik terbaik kepada mahasiswa, khususnya terkait pengelolaan bisnis serta mekanisme perdagangan dan ekspor-impor. Dengan begitu, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang dalam dunia usaha.
Dari pihak Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, S.T.,MT selaku Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan peluang dan potensi ekspor kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Unwar.
Ia mengatakan Kementerian Perdagangan memiliki program Dari Lokal untuk Global yang bertujuan mendorong produk-produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar internasional. Mahasiswa menjadi salah satu sasaran penting karena memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ekspor, terutama produk-produk asal Bali.
“Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa nantinya bisa menjadi salah satu pemeran ekspor di Provinsi Bali. Generasi muda memiliki ide-ide yang berbeda, sehingga inovasi dan improvisasi mereka diharapkan mampu meningkatkan ekspor produk Bali ke mancanegara,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk menciptakan terobosan baru dalam pengembangan produk, strategi pemasaran, serta pemanfaatan peluang perdagangan global.
Rabu, 24 Desember 2025
Unwar Kukuhkan Prof. Sujana Sebagai Guru Besar Tetap Ke-17
Kamis, 12 Februari 2026
DPD RI Serahkan Beasiswa KIP Kuliah Jalur Aspirasi kepada Mahasiswa Universitas Warmadewa
Jumat, 06 Februari 2026